Ini Ganjaran bagi Pemalsu Ijazah di Sampit

Ilustrasi. (net)

Laila yang tertarik diberikan nomor ponsel dan keduanya berlanjut berkomunikasi via WhatsApp. Laila memesan ijazah pakat B dan C. Paket B dihargai Rp 1 juta dan paket C Rp 1,2 juta. Uang ditransfer Laila melalui rekening atas nama tersangka.

Setelah menerima ijazah itu, Laila ragu, karena yang dikeluarkan atas nama PKBM Harati. Korban lalu mengonfirmasi Ketua PKBM Harati Deny Hidayat. Mengetahui itu palsu, akhirnya tersangka dilaporkan hingga dia meringkuk di penjara. Perbuatan terdakwa diketahui pada 2 November 2021, sekitar pukul 10.00 Wib di Kantor PKBM Harati, Jalan Pramuka, Kotim. (ang/ign)

Baca Juga :  Kapal Surabaya-Sampit Nihil Penumpang

Pos terkait