Karhutla Dekat Permukiman Wengga Metropolitan, Petugas Damkar Harus Tempuh 200 Meter Menuju Lokasi Api

kebakaran lahan di kawasan wengga metropolitan
Kebakaran lahan di kawasan Wengga Metropolitan, di belakang Perumahan Deni Priyantoro Jalur 13, Kecamatan Baamang, Sabtu (18/7/2026). (Disdamkarmat Kotim)

SAMPIT, Radarsampit.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, api melalap lahan di kawasan Wengga Metropolitan, tepatnya di belakang Perumahan Deni Priyantoro Jalur 13, Kecamatan Baamang, Sabtu (18/7/2026) siang.

Peristiwa tersebut langsung mendapat respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 14.02 WIB. Hanya berselang dua menit, personel Peleton 2 diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya

Kepala Peleton 2 Disdamkarmat Kotim, Muhammad Febbry, menjelaskan medan menuju titik kebakaran cukup sulit dijangkau kendaraan pemadam. Akibatnya, petugas harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 200 meter sambil membawa peralatan pemadaman.

“Sesampainya di lokasi, tim terlebih dahulu melakukan penilaian kondisi lapangan untuk menentukan strategi pemadaman. Karena titik api berada di belakang kawasan permukiman dan tidak dapat diakses kendaraan, personel harus berjalan kaki menuju lokasi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pendataan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 x 30 meter. Petugas segera melakukan penyemprotan guna melokalisasi kobaran api agar tidak merambat ke area lain, terutama permukiman warga yang letaknya tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Selain memadamkan api, tim juga melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Operasi penanganan dimulai sekitar pukul 14.15 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 15.38 WIB. Dalam proses tersebut, Disdamkarmat mengerahkan satu unit mobil tangki pemadam MTPK 13 beserta personel Peleton 2.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di dekat kawasan permukiman. Dari hasil penilaian awal di lapangan, penyebab kebakaran diduga mengarah pada unsur kesengajaan. Namun demikian, penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Disdamkarmat Kotim kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas, terlebih saat musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

 

 

Pos terkait