Masifkan SOP Penyembelihan Hewan Kurban

Salah satu penjual hewan kurban di Kota Sampit
Salah satu penjual hewan kurban di Kota Sampit, mendekati perayaan Iduladha 1443 Hijriah/2022.(dok.heny/radarsampit)

Lebih lanjut Luhut menambahkan, lalu lintas dan penyembelihan hewan kurban harus diatur baik dan menyeimbangkan semua aspek dengan mengedepankan pengendalian PMK untuk kemaslahatan bersama. Penyembelihan Iduladha agar diutamakan untuk dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Penyembelihan boleh dilakukan tidak di RPH, tetapi setiap penyembelihan wajib ada pengawasan dari dokter hewan.

“Mayoritas penyebaran kasus terjadi di bagian barat Indonesia. Angka kasus sakit PMK sudah melebihi 10.000 di beberapa Provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB. Presentase terjangkitnya Provinsi Riau bertambah seiring dengan munculnya satu kasus baru. Untuk Kalteng sendiri angka kasus sakit PMK ada 377 dengan presentase terjangkit 29 persen,” paparnya.

Wabah PMK disebutkan sangat mudah menular dan tidak hanya dari hewan ke hewan. Tapi bisa juga dari manusia, kendaraan, air, dan carrier (pembawa penyakit). Oleh karena itu, kata Luhut harus diadakan disinfektan di setiap tempat yang ada penyakit.

“Saya berharap, persiapan ini bisa terlaksana dengan baik, karena Hari Raya Idul adha tinggal satu minggu lagi. Agar kita semua bisa saling mengingatkan,” pungkas Luhut. (ewa/sla)

Baca Juga :  Polres Siapkan Lima Pos Pengamanan Nataru 

 

 

Pos terkait