Panen Duit saat jadi Gigolo, Tobat saat Orang Tua Mati

gigolo
Ilustrasi

RadarSampit.com – Pria 39 tahun asal Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo ini sudah dua tahun ia memutuskan berhenti di dunia yang kelam itu. Dia keluar ketika ibunya meninggal dunia.

“Semuanya berawal dari kebutuhanku akan uang. Sulit mencari kerja adalah alasan terkuatku,” kata Andre mengawali kisahnya.

Kehidupan Andre sebenarnya jauh dari kata cukup. Sejak duduk di bangku TK, Andre ditinggal mati ayahnya yang terlibat kecelakaan. Semenjak itu dia hanya hidup dengan seorang ibunya dan juga neneknya.

“Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, saat itu ibu jualan jajanan. Bahkan waktu TK sampai SD, saya sering diejek karena ibu saya jualan,” katanya.

Menginjak SMP hingga SMA , Andre sudah terbiasa hidup mandiri. Bahkan mentalnya sudah terbangun dengan baik. Ia tak lagi tak malu untuk berjualan di sekolahnya.

Setiap jam istirahat, dia selalu menjajakan kue buatan ibunya ke teman sekolahnya. “Jadi memang pilih sekolah STM, karena tujuanya biar nanti segera dapat kerja,” tuturnya

Sayangnya saat lulus sekolah, nasib tak seindah yang dibayangkan. Ia sulit mencari pekerjaan. Melamar kerja sana-sini ditolak. Sehingga ia bekerja serabutan. “Saat itu yang penting dapat pekerjaan. Solanya usia ibu saya juga masuk 55 tahun. Sudah sepuh. Jadi saya sering ikut teman kerja jadi kuli bangunan,” katanya.

Baca Juga :  Knalpot Brong Hasil Razia Polisi Bakal Dimusnahkan

Rupanya, bekerja sebagai kuli bangunan membuat tubuhnya terbentuk dengan sendirinya. Postur bawaan yang tinggi membuat dirinya punya tubuh atletis. Kulit hitamnya justru mengesankan dia kekar. Apalagi saat otot-ototnya muncul.

Hingga suatu ketika, dia mendapat garapan proyek di Bali. Kerja borongan. Nah kebetulan mandornya mengajaknya untuk tinggal di pula dewata selama sepekan. Itu kira-kira tahun 2006.

Pos terkait