Petani Sawit Semakin Terpukul, Pasrah Sawitnya Dimalingi

Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)

Petani sawit lainnya di Kecamatan Cempaga mengatakan, dalam sebulan terakhir ini pihaknya tidak melakukan panen di kebun. Dia membiarkan buahnya diambil maling sawit.

”Kami ke lokasi jauh. Naik kelotok perlu biaya tinggi. Kalau hanya dihargai Rp 1.200 per kilogram, habis untuk biaya itu saja. Makanya saya tidak panen kalau harganya masih Rp 1.200,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Anehnya, kata dia, sejak harga sawit anjlok, tingkat pencurian TBS juga turun drastis. ”Kalau waktu harga naik, kami yang punya kebun bisa gak sempat panen. Buah mentah saja sudah digasak,” ujar Hendriansah, petani sawit di Cempaga. (ang/ign)

Baca Juga :  Dituntut 10 Tahun Penjara, Suami Pembunuh Istri Minta Keringanan

Pos terkait