Rumah Tangga di Ambang Kehancuran, Gara-Gara Suami Mancing Terus

ILUSTRASI.(RADAR SURABAYA)

Rumah tangga Donwori vs Karin di ambang kehancuran. Bukan karena hadirnya orang ketiga, tapi karena hobi yang sudah di luar batas.

“Pokoknya mancing nomor satu,” kata Karin dengan sangat kecut. Slogan itu yang dijadikan Donwori setiap kali libur kerja.  Jadi, kesempatan untuk keluarga di rumah jarang dinikmati bersama Karin dan kedua anaknya.

Donwori selalu menyibukkan diri dengan memancing bersama koleganya di kawasan Sidoarjo.  Kalau nggak di Kalang Anyar, Delta Fishing, ya di Gunung Anyar. Bahkan, beberapa kali juga sampai mancing ke Gresik.

Alhasil,  kelakuannya itu membuat Karin jengkel. Karena kesukaan Donwori pada mancing, sudah di luar batas kewajaran.  Saking jengkelnya, Karin memilih mengakhiri hubungan rumah tangganya dengan perceraian.  “Hobi ya boleh-boleh saja,  tapi ya nggak lupa waktu juga. Saya juga butuh diperhatikan, anak-anak apalagi,” ujar Karin.

Karin kesalnya bukan hanya itu saja. Donwori selama ini juga jarang sekali membantu dirinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ia selalu lepas tangan dengan tanggung jawabnya sebagai suami. Setiap membutuhkan bantuan, Donwori memilih acuh. “Kalau ada apa-apa ya selalu saya sendiri,” ucapnya.

Meskipun dari segi perekonomian telah tercukupi, akan tetapi dari segi kebutuhan batin, Donwori tidak bisa memenuhinya. Donwori merasa kebutuhan istri hanya dengan materi saja sudah cukup. Oleh karena itu, Karin memutuskan untuk menggugat cerai suami di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *