Pemuda Tewas di Pulang Pisau dengan Leher Terjerat  

OLAH TKP: Anggota Reskrim Polsek Banama Tingang saat melakukan olah tempat kejadian perkara kasus gantung diri pemuda Desa Tangkahen, Pulang Pisau.(POLSEK BANAMA TINGANG FOR RADAR SAMPIT)

PULANG PISAU – Gantung diri masih jadi pilihan bagi segelintir orang untuk mengakhiri berbagai permasalahan kehidupan. Kali ini, pilihan terpahit itu dilakukan Wandro (24), warga Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis). Dia tewas setelah tali yang digantungnya menjerat leher pria itu.

”Kami mendapat laporan dari warga adanya seorang pria gantung diri. Kami langsung ke lokasi untuk memastikan kejadian itu. Di lokasi, ternyata korban telah meninggal dunia. Kami lalu melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Kapolres Pulpis AKBP Yuniar Ariefianto melalui Kapolsek Banama Tingang Ipda Dohan Octa Prasetya, Selasa (6/4).

Bacaan Lainnya

Dohan menuturkan, korban ditemukan gantung diri ketika saksi, Sumarni, ingin mengantarkan makanan dan obat ke rumah korban yang tak jauh dari kediamannya. Saat dipanggil, korban tidak menjawab. Sumarni lalu masuk ke rumah Wandro yang saat itu pintunya tak terkunci.

”Ketika saksi masuk ke dalam kamar, korban sudah dalam posisi tergantung dengan seutas tali. Saksi pun memanggil warga dan melaporkan kejadian ini ke Polsek,” katanya.

Jenazah Wandro langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk dilakukan visum. Dari kediaman pemuda itu, petugas mengamankan tali sepanjang dua meter. ”Dugaan sementara, korban gantung diri. Penyebabnya masih kami dalami,” tandasnya. (der/ign)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *