Tarawih Dibatasi 50 Persen Kapasitas Masjid, Ini Hal-Hal Lain yang Perlu Dipersiapkan

ILUSTRASI.(NET)

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama RI dalam pelaksanaan panduan ibadah selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. Umat muslim diperbolehkan melaksanakan salat Tarawih di masjid dengan pembatasan hanya 50 persen dari kapasitas masjid dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

”Pemkab Kotim akan mengikuti SE Menteri Agama dan sedikit menambahkan ketentuan sesuai kondisi di Kotim,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Jumat (9/4).

Bacaan Lainnya

Dalam ketentuannya, Kemenag RI memperbolehkan pelaksanaan ibadah berjemaah di masjid dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. ”Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf diperbolehkan dilaksanakan di masjid dengan pembatasan jumlah kehadiran jemaah paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dengan menerapkan prokes secara ketat minimal menjaga jarak aman 1 meter antarjemaah,” katanya.

Sebagai bentuk pencegahan Covid-19, Irawati meminta pengurus masjid untuk tidak memfasilitasi sajadah dan mengimbau jemaah untuk membawa alat perlengkapan salat, seperti sajadah, mukena, sarung, dan lainnya masing-masing.

”Saya minta pengurus masjid tidak menyediakan sajadah, karena dengan difasilitasinya sajadah, beberapa jemaah ada yang tidak membawa sajadah dari rumah. Saya imbau para jemaah membawa perlengkapan salatnya sendiri dari rumah masing-masing untuk mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Selain itu, setiap pelaksanaan ceramah, tausiyah, kultum selama Ramadan dan kuliah subuh, dibatasi durasinya paling lama 15 menit. ”Ini tergantung kapasitas masjidnya. Apabila jemaahnya tidak banyak, dapat disesuaikan durasi ceramah atau kultumnya,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *