Istri Histeris Lihat Suami Tergantung

GANTUNG DIRI: ESW ditemukan meninggal gantung diri di barakan Jalan Mas Lebih Siak, RT 05, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Senin (7/6) malam.(ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN – Warga penghuni barakan di Jalan Jalan Lubhi Siak, RT 05, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) digegerkan dengan teriakan dari dalam salah satu kamar Senin (7/6) malam.

Teriakan tersebut rupanya berasal dari barakan Fifin saat melihat suaminya ESW (32), dalam keadaan tergantung di tiang pintu dapur di dekat WC ke arah pintu luar.

Bacaan Lainnya

Menurut Kapolsek Arut Utara, Ipda Agus S korban gantung diri menggunakan sarung yang dililitkan ke lehernya. Saat ditemukan istrinya mayat tergantung dengan liur yang keluar dari mulut dan mengeluarkan air mani.

“Saat kami datang posisi mayat sudah dilantai dan sarung yang dibuat tali untuk gantung diri sudah dipotong, mayat kemudian di bawa ke Puskesmas Aruta untuk divisum,” ujarnya.

Ia menceritakan, sebelum mengetahui suaminya gantung diri, Fifin sedang berbincang dengan tetangganya dan sekitar pukul 19.00 WIB ia kembali ke rumah dan mendapati suaminya dalam kondisi meninggal.

Mendapati hal itu, istri korban kemudian berteriak meminta tolong tetangganya dan kemudian tetangga berdatangan dan menurunkan korban.

“Saksi yang menemukan mayat tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian dan melakukan proses identifikasi dan diketahui korban berprofesi sebagai buruh harian lepas, dan diduga latar belakang masalah pribadi, dan tidak ada ditemukan tanda kekerasan,” ungkapnya. (tyo/sla)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *