Bos Miras Ilegal di Kotim Licin

GAGAL: Tim Pemkab Kotim saat memeriksa salah satu warung yang menjual minuman keras. Razia miras itu tak membuahkan hasil karena pemilik warung miras lebih dulu menutup usahanya dan bersiap sebelum petugas datang.  

SAMPIT – Tak mudah bagi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menertibkan peredaran minuman keras ilegal. Para pebisnis minuman beralkohol itu sangat licin berkelit dari upaya penertiban.

Hal itu terlihat dari razia minuman beralkohol yang tak membuahkan hasil. Dari sejumlah toko miras yang didatangi tim dari Pemkab Kotim, para pemilik toko miras mendadak menutup tokonya. Padahal, beberapa jam sebelumnya mereka masih melayani pembeli.

Bacaan Lainnya

Warung miras yang kerap operasional itu salah satunya berada di Jalan Tjilik Riwut atau sekitar Stadion 29 November Sampit. Warung kecil itu memiliki dua pintu teralis besi dan ditutup dengan pagar seng.

Pembeli hanya bisa mengantre lewat pintu kecil ukuran 60 kali 60 sentimeter. Kemudian di Jalan HM Arsyad. Toko-toko miras tersebut informasinya hanya dikendalikan satu orang bos. Namun, selama ini tidak tersentuh penertiban.

Razia yang dipimpin langsung Wakil Bupati Kotim Irawati pada Selasa (30/3) malam  itu diikuti sejumlah pejabat terkait, seperti Kepala DPMPTSP Kotim Johny Tangkere, Kepala Kesbangpol Kotim Wim RK Benung, dan Komandan Satpol PP Kotim RW Sujarwo.

Irawati tidak menyangka operasi itu bocor. Diduga hal itu ulah oknum yang membekingi pengusaha miras ilegal tersebut. ”Kami tidak akan menyerah dan akan terus memberantas sampai peredaran miras tidak ada lagi di Kotim,” ujar Irawati.

Semua toko yang aktif 24 jam tersebut kompak menutup usahanya. Irawati menegaskan, kegiatan itu merupakan bukti dirinya bersama Bupati Kotim Halikinnor serius memberantas peredaran miras. Pasangan kepala daerah yang dilantik pada 26 Februari 2021 lalu itu memastikan razia akan terus dilakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *