Angkutan Berat segera Dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan  

MULAI FUNGSIONAL: Jalur lingkar selatan Kota Sampit yang mulai fungsional setelah dilakukan perbaikan hasil swadaya sejumlah perusahaan dan organisasi angkutan, Jumat (9/4).(RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Angkutan berat melebihi beban jalan bakal dilarang total melintas jalan dalam kota. Hal itu seiring mulai fungsionalnya jalur lingkar selatan Kota Sampit setelah ditimbun agregat, hasil swadaya sejumlah perusahaan dan organisasi angkutan. Pemkab Kotim memutuskan pengalihan itu berlaku sejak 13 April pekan depan.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kotim Siagano langsung meninjau kesiapan pengalihan arus itu. Hal itu untuk memastikan kesiapan jalur tersebut. ”Berdasarkan surat serta perintah Bupati Kotim (Halikinnor), bahwa 13 April semua kendaraan berat dilarang melintas dalam kota. Semuanya diarahkan melalui jalan lingkar,” kata Siagano, Jumat (9/4).

Bacaan Lainnya

Siagano menyaksikan langsung sejumlah truk dan angkutan berat sudah bisa melintas jalur yang sebelumnya rusak parah dengan banyaknya lubang besar di badan jalan itu. Ruas itu kini telah diratakan menggunakan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kotim.

”Kemarin jalan ini memang kubangan saja. Makanya saya akui kenapa sopir harus lewat kota kemarin, karena  jalan ini memang tidak bisa dilewati,” ujarnya.

Siagano menuturkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk pengerjaan ruas jalan  itu. Lama pekerjaan berupa perataan diperkirakan sepuluh hari menggunakan agregat kelas B.

”Ini masih tahap meratakan, belum timbunan agregat B yang direncanakan. Katanya perlu waktu sepuluh hari untuk menuntaskan jika memang materialnya sudah siap,” kata Siagano.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *