Aturan Mudik di Kalteng Membingungkan

ILUSTRASI.(JAWAPOS)

”Kementerian Perhubungan memberikan keleluasaan, ada delapan daerah aglomerasi. Namun, tidak termasuk Kalteng. Hanya saja, ada usulan dari beberapa kabupaten/kota untuk dijadikan satu wilayah aglomerasi,” katanya.

Dia mengungkapkan, beberapa wilayah yang mengusulkan dijadikan satu wilayah aglomerasi, yakni Kabupaten Sukamara, Lamandau, dan Kotawaringin Barat. Kemudian, Kota Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Kabupaten Katingan.

Bacaan Lainnya

”Penetapan perlu melihat indikator penetapan wilayah aglomerasi. Hal ini tidak bisa serta-merta, karena ada kegiatan mudik, kemudian ditetapkan wilayah aglomerasi,” ujarnya.

Cegah Klaster Baru

Pada bagian lain, Fahrizal Fitri mengatakan, pemerintah bersama jajaran terkait akan berkerja serius menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat perihal larangan mudik sebagai salah satu upaya mencegah peningkatan kasus Covid-19.

”Sebagaimana instruksi pusat, jangan sampai hari raya ini nanti menjadi klaster baru Covid-19, sehingga arahan mengenai larangan mudik akan dilaksanakan semaksimal mungkin,” katanya.

Fahrizal menuturkan, pihaknya telah membangun pos penyekatan di sejumlah kabupaten. Titik pos tersebut dibangun di Kapuas yang berbatasan dengan Kalimantan Selatan (Kalsel). Kemudian di Barito Timur dan Lamandau.

”Nanti segera dipantau kesiapannya, mengingat ini sudah dekat tanggal 6. Kesiapan pos penyekatan untuk memantau aktivitas keluar masuk daerah akan dipastikan berjalan optimal,” ujarnya.

Pada masa larangan mudik, lanjutnya, semua pihak yang terlibat mampu melihat potensi pergerakan orang yang keluar maupun masuk wilayah Kalteng. Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, sehingga tidak ada yang melanggar larangan mudik tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *