Ratusan Warga Tinggalkan Sampit, Bandara Pastikan Tetap Operasional

TETAP OPERASIONAL: Penumpang antre naik kapal di Pelabuhan Sampit di hari keberangkatan terakhir jelang pemberlakuan larangan mudik. Tampak pula aktivitas di Bandara Tjilik Riwut tetap berjalan, Senin (3/5).(HENY-YUSHO/RADAR SAMPIT)

”Sejak awal April 2021, PT DLU telah memberangkatkan 2.583 penumpang dengan total 10 call. Dua call terakhir ada dua kapal KM Kirana 3 tujuan Sampit-Surabaya dan KM Kirana 1 tujuan Sampit-Semarang mengangkut 581 penumpang, Minggu (2/5). Ini keberangkatan kami terakhir,” kata Hendrik.

Tetap Beroperasi

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya dipastikan tetap beroperasi secara normal selama larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei. Selama periode tersebut, maskapai hanya melayani penerbangan dan penumpang dengan ketentuan khusus.

Eksekutif General Manager (EGM) Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, Siswanto mengatakan, penerbangan dengan ketentuan khusus meliputi perjalanan dinas pegawai pemerintah, TNI, dan Polri yang dilengkapi surat tugas, orang sakit, dan penerbangan operasional angkutan kargo atau logistik.

”Yang pasti, Bandara Tjilik Riwut tetap beroperasi seperti hari normal biasa, meski di satu sisi sudah ada larangan mudik sesuai dengan ketentuan pemerintah,” katanya.

Pihaknya telah mendapat informasi dari sejumlah maskapai terkait aktivitas penerbangan selama larangan mudik yang berlangsung selama sepekan lebih. Ia mengatakan, sejumlah maskapai memutuskan mengurangi jadwal penerbangan berkaitan dengan kebijakan tersebut.

Seperti halnya Garuda Indonesia yang biasa terbang dua kali dalam sehari, selama larangan mudik, frekuensi penerbangan menjadi satu kali sehari. Begitu juga Citilink yang melayani penerbangan terjadwal setiap hari, kemungkinan akan berkurang menjadi dua sampai tiga kali dalam satu minggu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *