Gerebek Pabrik Miras, Ada Bangkai Tikus dan Ulat dalam Proses Fermentasinya

ADA TIKUS: Wakil Bupati Kotim Irawati membuka salah satu panci yang digunakan untuk proses pembuatan miras, Senin (3/5). Dalam panci itu, Irawati mendapati bangkai tikus dalam air yang diduga hasil fermentasi untuk arak.(GUNAWAN/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Genderang perang dikobarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terhadap para mafia minuman keras. Pemberantasan miras ilegal beserta pabriknya kian ganas dilakukan. Bisnis haram itu bahkan dijalankan di tengah permukiman.

Wakil Bupati Kotim Irawati mendapati langsung pabrik arak yang dibangun di wilayah perkotaan, Senin (3/5). Letaknya berada di Jalan Gunung Semeru, sekitar 500 meter dari mulut Jalan Tjilik Riwut Sampit. Pabrik sekaligus gudang miras itu menggunakan sebuah rumah yang dipagari seng. Bersebelahan dengan rumah warga yang dibatasi tembok.

Bacaan Lainnya

Irawati yang turun langsung menjelang dini hari itu, mendapat laporan keberadaan pabrik tersebut dari masyarakat melalui media sosial. Tak banyak petugas yang turun. Dia hanya ditemani sejumlah petugas Satpol PP Kotim dan beberapa personel polisi. Hal itu untuk menyiasati bocornya razia seperti operasi sebelumnya.

Meski menggerebek dengan jumlah personel terbatas, Irawati dan petugas tak mendapati seorang pun di lokasi pabrik itu. Awalnya mereka tak bisa masuk karena pagar seng digembok. Petugas lalu merusak gembok berantai besi tersebut.

Setelah memeriksa sekitar rumah yang saat gelap gulita tersebut, Irawati dan timnya masuk melalui jendela samping kiri. Petugas harus menjebol jendela ruangan tengah berterali besi itu sebagai pintu masuk.

Aroma tapai busuk langsung menyeruak. Masker yang digunakan tak mampu menahan bau menyengat khas arak itu. Kondisi rumah berdebu, jauh dari kata bersih dan sehat. Tempat pembuatan arak itu berada di dapur dan belakang rumah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *