Begini Modus Perdagangan Rokok Ilegal di Kotim

BARANG ILEGAL: Pemusnahan rokok ilegal dengan cara dibakar di halaman Kantor Bea Cukai Sampit, Kamis (10/6).

SAMPIT – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Sampit bersama instansi penegak hukum lainnya memusnahkan rokok dan minuman keras. Rokok dan miras itu terdiri dari 279.948 batang rokok ilegal, 842 botol liquid vape, 19.573 keping pita cukai palsu, dan 31,85 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

”Nilai total barang yang telah dimusnahkan mencapai Rp 368.129.150 dengan potensi nilai kerugian negara ditaksir sebesar Rp 208.836.580,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Sampit Indasah saat konferensi pers di halaman Kantor Bea Cukai Sampit, Kamis (10/6).

Bacaan Lainnya

Menurut Indasah, modus pelanggaran yang digunakan yakni dilekati pita cukai palsu. Ada juga yang tanpa dilekati pita atau polos. Selama dari hasil penindakan dua tahun itu, pihaknya menemukan berbagai macam modus pelaku memasarkan barang ilegal tersebut.

”Banyak sekali modus ditemukan, antara lain rokok yang dilekati pita cukai palsu. Bahkan, pihak distributor menitipkan ke toko di Kotim tanpa harus dibayar terlebih dahulu. Jadi, rokok yang sudah dititipkan kemudian dijual ke masyarakat,” katanya.

Selain itu, lanjut Indasah, pendistribusian miras ilegal dilakukan dengan cara menggunakan ekspedisi antarkota maupun provinsi, kemudian dijual eceran secara terselubung. Pengungkapan itu tak mudah dilakukan tanpa dukungan dari masyarakat.

”Banyak tantangan yang kami dapat. Namun, itu bukan jadi alasan penghambat kami melakukan penindakan secara cepat dan tepat. Jadi, ini merupakan aksi nyata kami dalam menciptakan perlakuan yang adil bagi industri yang telah mematuhi segala aturan dan membayar cukai,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *