Layani Arus Mudik, Berharap Dispensasi Tambahan  Penumpang Kapal

mudik awal
MUDIK AWAL: Ratusan penumpang kapal memilih mudik lebih awal hindari penumpukan penumpang, Rabu (29/3). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Penyedia jasa kapal angkutan penumpang mengharapkan pemerintah pusat memberikan dispensasi tambahan muatan penumpang. Hal itu dilakukan agar penumpang yang ingin mudik dapat terangkut tanpa ada yang tertinggal gagal mudik ataupun kehabisan tiket.

“Kami berharap ada dispensasi dari Kemenhub sebesar 25 persen. Kapasitas muatan kapal Pelni bisa menampung 1.250 penumpang dan apabila diberikan dispensasi masih bisa mengangkut sampai 1.500 penumpang,” kata  Kepala PT Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Sampit Edwin Kurniansyah, Selasa (28/3).

Bacaan Lainnya

Dengan adanya kelonggaran kebijakan pemerintah, pihaknya optimistis dapat mengangkut penumpang lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kebijakan dispensasi muatan kapal juga perlu disesuaikan dengan alat keselamatan yang tersedia di kapal, karena ini menyangkut keamanan penumpang. Kami berharap semua calon penumpang yang berniat kapal bisa terangkut semua ke Pulau Jawa sehingga bisa merayakan Lebaran di kampung halamannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Edwin mengatakan,  pada arus mudik Lebaran 1444 Hijriah mulai H-15 pihaknya merencanakan keberangkatan sebanyak 4 call. Yaitu pada tanggal 12 April tujuan Sampit-Surabaya menggunakan KM Kelimutu dan 3 call lainnya di tanggal 14 April menggunakan KM Lawit, 18 April menggunakan KM Leuser dan 20 April menggunakan KM Kelimutu perjalanan rute Sampit-Semarang.

“Sejak awal puasa sampai sekarang sudah banyak calon penumpang yang menanyakan jadwal keberangkatan kapal dan sebagian sudah banyak juga yang booking tiket untuk tanggal-tanggal tertentu terutama saat mendekati Lebaran. Calon penumpang yang booking tiket untuk keberangkatan tanggal 14 April menggunakan KM Lawit tujuan Sampit-Semarang sudah dibooking lebih dari 800 calon penumpang,” katanya.

Kendati demikian, jadwal keberangkatan bisa kemungkinan berubah karena dua kapal yaitu KM Kelimutu dan Leuser saat ini masih dalam tahap perawatan. Khusus untuk KM Lawit yang sudah lebih dulu menjalani pemeliharaan atau docking kapal dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada 13 April 2023 pukul 15.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Sampit pada Jumat, 14 April 2023 pukul 10.00 WIB.

“Mudah-mudahan awal April ini kapal sudah bisa beroperasi, sehingga jadwal keberangkatan tetap sesuai rencana yang ditentukan,” kata Edwin.

Selain itu, pemudik selama dua tahun ini dimudahkan dan tidak  wajib rapid tes antigen maupun tes PCR.  Per 8 Maret 2022 lalu, pemerintah pusat sudah mengeluarkan surat edaran tidak lagi memberlakukan kewajiban rapid tes antigen atau PCR bagi pelaku perjalanan di semua mode transportasi.

Ditambah lagi, situasi pandemi Covid-19 yang semakin membaik dalam artian angka kasus yang semakin melandai membuat pemerintah pusat memutuskan untuk mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022 lalu.

“Penumpang kapal yang ingin mudik tahun ini jauh lebih dimudahkan, karena cukup vaksin lengkap dari dosis 1, 2 dan 3, maka diperbolehkan mudik. Apabila masih ada calon penumpang yang belum melakukan vaksin lengkap kemungkinan bisa tetap diberangkatkan apabila yang bersangkutan mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” ujarnya.

Di samping itu, dengan ditiadakannya aturan kewajiban rapid tes antigen dan PCR, calon penumpang kapal yang ingin berniat mudik tak perlu khawatir dengan batasan waktu masa berlaku dari hasil pemeriksaaan rapid tes. Maka dengan demikian, calon penumpang sudah boleh melakukan booking tiket jauh-jauh hari.

Pos terkait