PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Dalam sehari pada Sabtu (6/8) tadi, dua peristiwa kebakaran terjadi di lokasi yang berbeda. Api yang muncul sama-sama dari arah atap bangunan, dan diduga lantaran korsleting listrik.
Pada Sabtu siang, peristiwa itu menimpa toko Bintang Serbu, di jalan RTA Milono kilometer 6,5 Palangkaraya, yang menjual perabotan rumah tangga dan lainya. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Tetapi kerugian ditaksir mencapai dua ratus juta rupiah. Kini kasus itu ditangani personel Polresta Palangka Raya.
Puluhan armada dan petugas pemadam dikerahkan untuk memadamkan api, hingga Kurang lebih tiga puluh menit api berhasil dikendalikan.
Kasat reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny Nababan mengatakan, beberapa saksi telah dimintai keterangan dalam kejadian itu. Berdasarkan keterangan lanjutnya, api muncul dari bagian atap ruang tengah dalam toko. Tak lama langsung api membesar sehingga membakar barang-barang berupa pecah belah,alat dapur dan lainnya di dalam toko tersebut, dan semua orang di toko berhasil diselamatkan.
Dikatakannya pula, kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan beberapa barang bukti, yakni berupa satu meteran listrik dan kabel bekas terbakar, abu dan arang. Namun, secara pasti penyebab kebakaran masih didalami dan belum bisa disimpulkan.
”Banyak yang terbakar, karena api dengan cepat merambat. Pastinya kami masih lidik.Beberapa saksi telah dimintai keterangan dan tim Unit Identifikasi polresta telah melakukan olah TKP dengan membawa barbuk, seperti meteran dan lainnya,” sebut Ronny, kemarin.
Ia menambahkan, pihaknya pun sudah memeriksa keterangan pengelola toko berinisial DS dan menyebutkan api berasal dari dalam toko dari bagian atap pada ruangan tengah, kemudian tak lama api berkobar hingga membakar barang-barang jualan di dalam toko tersebut.
Sementara itu sebelumnya dihari yang sama sekira pukul 07.15 WIB pagi, kebakaran juga melanda sebuah rumah milik Agus Rasad (82) yang terletak di Jalan Nyai Balau, Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas).
”Api dengan cepat membesar karena rumah tersebut berkonstruksi kayu, dan berhasil dipadamkan,” ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gumas Champili, Sabtu (6/8).
Selain rumah, api juga melalap satu unit sepeda motor, barang elektronik, serta surat-surat berharga yang ada di dalam rumah itu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
”Berdasarkan laporan komandan regu (danru) Damkar Tewah, akibat kebakaran ini, pemilik rumah mengalami kerugian material yang mencapai Rp 200 juta,” kata Champili.
Di dalam rumah tersebut, dihuni oleh orang tua, kaka, anak, menantu, dan cucu, yakni Agus Rasad, Imie Handuran (83), Yoyon (45), Ninie (40), Mega Liansi (17), serta Marselina (9).
”Sekitar pukul 09.00 WIB, api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tewah dibantu dengan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kuala Kurun,” tandasnya. (daq/arm/gus)








