SAMPIT, radarsampit.com – Pemkab Kotim tengah mempersiapkan pelaksanaan haul ke-18 KH Muhammad Zaini bin H Abdul Ghani atau yang lebih akrab dengan sebutan Abah Guru Sekumpul. Kegiatan itu akan digelar di kawasan Ikon Jelawat, Sampit, pada 28 Januari 2023. Jemaah yang hadir diperkirakan mencapai ribuan orang.
”Insya Allah, haul Abah Guru Sekumpul akan digelar Sabtu (28/1) malam,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis (26/1).
Menurut Halikinnor, jemaah yang datang tidak hanya dari sekitar Kota Sampit, tetapi sejumlah kecamatan di Kotim. Sebagian jemaah juga diperkirakan ada yang berasal dari luar Kotim.
”Informasinya dari Parenggean juga datang. Diperkirakan sekitar ribuan, tapi yang lebih tahu panitia, karena mereka yang menyiapkan,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan haul Abah Guru Sekumpul yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi, Halikinnor didampingi Sekda Kotim serta sejumlah kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) terkait, telah mengecek kawasan Ikon Jelawat pada Selasa (24/1) malam.
”Saya sudah ke lokasi acara untuk mengecek untuk kesiapan, seperti lampu dan lainnya, untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul,” tuturnya.
Halikinnor menambahkan, pelaksanaan haul telah dikoordinasikan dengan SOPD terkait dan meminta agar turut mendukung dalam membantu penyelenggaraan. ”Saya juga meminta seluruh SOPD di lingkup Pemkab Kotim untuk mendukung penuh pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kotim Johny Tangkere menambahkan, pada Rabu (25/1) lalu telah digelar rapat koordinasi bersama panitia, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3), Polres Kotim, dan Dishub Kotim. ”Dari hasil rapat, jemaah yang hadir diperkirakan sekitar 2.000 orang,” katanya.
Terkait lokasi, pihaknya bersama Satlantas Polres Kotim telah berkoordinasi mengenai sistem buka tutup serta penutupan lokasi acara dan persediaan tempat parkir. ”Tempat parkir memang kami sediakan satu di sekitar jalan masuk. Kemudian di halaman UPTD Dermaga yang berlokasi di belakang KP3,” katanya.
Pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Pelindo maupun KSOP untuk bisa menggunakan halaman di Pelabuhan Sampit guna lokasi parkir kendaraan jemaah. ”Masih kami koordinasikan, apakah memungkinkan atau tidak. Tapi, pada prinsipnya kami siap untuk membantu menyukseskan kegiatan,” ujarnya.
Penetapan lokasi di kawasan ikon jelawat bakal meramaikan lagi salah satu destinasi wisata kota itu. Popularitas ikon jelawat saat ini mulai meredup seiring dengan hadirnya lokasi lain yang dinilai lebih nyaman. Meski demikian, lokasi yang sebelumnya dibanggakan menjadi ikon Sampit itu masih jadi pilihan sebagian warga untuk mencari hiburan.
Ebo, juru parkir mengatakan, rata-rata dalam sehari ada sekitar 300-500 pengunjung di kawasan Ikon Jelawat. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat sekitar 600-800 orang.
”Pengunjung ramainya setiap Sabtu dan Minggu. Kalau hari lain tidak menentu. Kadang bisa 300 pengunjung, kadang bisa sampai 500 pengunjung, tergantung cuaca dan event juga. Kalau cuacanya cerah dan akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat dua kali lipat,” katanya. (yn/ign)








