SAMPIT, Radarsampit.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi nelayan, pelaut, serta operator kapal yang beraktivitas di Perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang. Pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan karena tinggi gelombang di wilayah tersebut diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter hingga Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim yang diterbitkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, kondisi cuaca di kedua perairan umumnya didominasi langit cerah berawan hingga berawan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menjamin pelayaran berlangsung aman karena faktor angin, arus laut, dan tinggi gelombang masih berpotensi memengaruhi keselamatan, terutama bagi kapal berukuran kecil.
Di wilayah Perairan Teluk Sampit, angin diprediksi bertiup dengan kecepatan antara 13 hingga 17 knot, sementara hembusan maksimumnya dapat mencapai 27 knot. Tinggi gelombang secara umum berada di kisaran 1,25 sampai 2,5 meter, meskipun pada waktu tertentu dapat menurun menjadi sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.
Sementara itu, kondisi di Perairan Kuala Pembuang tidak jauh berbeda. BMKG memprakirakan gelombang berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin sekitar 14 sampai 17 knot dan hembusan maksimum mencapai 26 knot.
Selain itu, suhu permukaan laut di kedua wilayah diperkirakan berkisar 28–29 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 73 hingga 79 persen. Arus laut juga tercatat bergerak dengan kecepatan sekitar 0,67 hingga 1,70 knot, sehingga pengguna jasa transportasi laut diminta selalu memperhatikan perkembangan kondisi sebelum memulai pelayaran.
“Nelayan maupun operator kapal diharapkan memperhatikan perkembangan cuaca dan tinggi gelombang, serta tidak memaksakan berlayar apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan,” imbau BMKG.
Selain memantau perkembangan cuaca, setiap kapal juga diminta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan, seperti jaket pelampung, alat komunikasi, serta peralatan darurat lainnya berada dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu.
BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca maritim bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Oleh karena itu, masyarakat pesisir, nelayan, maupun pengguna transportasi laut diharapkan rutin memantau pembaruan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di perairan.








