Inovasi Ramah Lingkungan, SDS Karya Makmur Bahagia Ajarkan Murid Olah Cangkang Sawit Jadi Briket

society sds
INOVASI : Murid SDS Karya Makmur Bahagia diajarkan gurunya mengolah cangkang sawit menjadi briket.RUDI UNTUK RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.com – Sekolah Dasar Swasta (SDS) Karya Makmur Bahagia di Desa Agung Mulia, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali menunjukkan komitmennya mendukung pendidikan berbasis lingkungan dan energi terbarukan.

Sekolah di bawah naungan perusahaan perkebunan kelapa sawit ini memanfaatkan potensi lokal dengan mengolah limbah cangkang kelapa sawit menjadi briket arang sebagai bahan bakar alternatif.

“Selama ini limbah cangkang sawit menimbulkan permasalahan lingkungan. Karena itu,kami berinovasi mengajak murid didampingi guru mengolahnya menjadi briket,” kata Rudi Dwi Handoko, Jumat (18/7).

Kegiatan edukatif ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis tentang energi alternatif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Proses pembuatan briket cangkang sawit itu dilakukan melalui beberapa tahapan sederhana. Yaitu karbonisasi; cangkang sawit dibakar hingga menjadi arang. Kemudian arang cangkang dihaluskan dan setelah itu dicampur tepung tapioka atau kanji sebagai perekat alami.

“Satu kilogram cangkang sawit ini bisa menghasilkan 30 cetakan briket. Sebelum digunakan, briket yang sudah dicetak, dijemur hingga kering dan siap digunakan,” terang Rudi.

Menurutnya briket dari cangkang sawit memiliki keunggulan, bernilai manfaat dan juga ramah lingkungan.”Briket juga efektif sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah atau kayu bakar. Menghasilkan asap lebih sedikit dibandingkan bahan bakar konvensional,” tambah Rudi.

Inovasi ini juga sebagai salah satu syarat menuju penilaian adiwiyata mandiri. SDS Karya Makmur Bahagia juga telah mengajak kerjasama dengan tiga sekolah yaitu SDN 1 Tanjung Harapan, MIS Darul Jannah dan SDS Tunas Harapan untuk mengimplementasikan sekolah berbudaya berwawasan lingkungan.

“Menuju penilaian adiwiyata mandiri, kami harus melengkapi dokumen dan 29 item persyaratan lainnya yang dilaporkan ke KLHK melalui Aplikasi SIDIA paling lambat 30 Juli ini. Salah satu syaratnya adalah menciptakan inovasi yang berkaitan dengan ramah lingkungan,” papar Rudi.

SDS Karya Makmur Bahagia masuk sebagai salah satu satu sekolah yang mendapatkan penilaian Adiwiyata tingkat Kabupaten Kotim tahun 2018, tingkat Provinsi Kalteng di tahun 2019 dan Adiwiyata tingkat nasional tahun 2023. Di tingkat nasional, SDS Karya Makmur Bahagia menciptakan inovasi pengolahan lilin aroma terapi dan pengusir nyamuk.

Rudi melanjutkan, kegiatan edukasi ini bagian dari pembelajaran tematik, mengajak siswa untuk aktif dalam praktik langsung dan diskusi mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mencari solusi energi masa depan.

Program ini juga mendukung upaya perusahaan kelapa sawit dalam pengelolaan limbah dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar.

“Dengan inovasi ini, SDS Karya Makmur Bahagia tidak hanya mencetak generasi muda yang cerdas, tetapi juga peduli lingkungan dan siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di daerah perkebunan sawit,” pungkasnya. (hgn/gus)

Pos terkait