NANGA BULIK, radarsampit.com – Ceceran minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) membuat badan Jalan Trans Kalimantan di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, licin dan membahayakan pengendara.
Sedikitnya tiga pengendara sepeda motor tergelincir hingga terjatuh, Senin (31/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tepat di kawasan tanjakan antara pabrik PT SAL dan Politeknik Lamandau. Ceceran CPO yang memenuhi permukaan jalan membuat pengendara roda dua kehilangan kendali saat melintas.
Beruntung, tidak ada korban yang mengalami luka serius dalam kejadian tersebut. Ketiga pengendara yang terjatuh disebut telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat penanganan.
“Benar, tiga kendaraan roda dua tergelincir dan jatuh. Namun tidak parah dan sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar salah seorang anggota Satlantas yang berada di lokasi.
Polisi Amankan Lokasi
Mengetahui adanya kecelakaan akibat jalan licin, anggota Satlantas Polres Lamandau langsung mendatangi lokasi. Petugas melakukan pengamanan untuk mencegah kecelakaan lain, mengingat titik tersebut merupakan jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan.
Sementara itu, truk tangki pengangkut CPO yang diduga menjadi sumber tumpahan sudah tidak berada di lokasi saat petugas datang.
Dugaan sementara, ceceran minyak berasal dari kebocoran tangki pengangkut CPO. Muatan diduga tumpah ketika truk melintasi kawasan tanjakan tersebut.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau untuk membersihkan badan jalan.
Jalan Disiram Air dan Sabun
BPBD Lamandau mengerahkan truk untuk menyiram permukaan jalan yang terkena ceceran CPO. Air dicampur dengan sabun untuk membantu menghilangkan lapisan minyak yang membuat jalan menjadi licin.
“Kita sudah meminta bantuan truk BPBD untuk menyiram lokasi menggunakan cairan sabun untuk menghilangkan minyak. Diimbau pengendara yang melintas agar berhati-hati,” ujar Arifin, salah seorang anggota Satlantas yang bertugas di lapangan.
Petugas mengingatkan pengendara, khususnya sepeda motor, agar mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan tersebut. Kondisi jalan yang masih licin berpotensi menyebabkan pengendara kembali kehilangan kendali.
Hingga penanganan dilakukan, petugas terus memantau kondisi badan jalan untuk memastikan ceceran CPO tidak kembali membahayakan pengguna Jalan Trans Kalimantan. (mex)








