Kabut Asap di Sampit Kembali Pekat, Jarak Pandang Anjlok hingga 100 Meter

kabut asap menutup hamper semua wilayah sampit
Kabut asap menutup hamper semua wilayah Sampit, membuat jarak pandang efektif berkurang, Senin (19/10/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.com– Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Senin (19/10/2026) pagi. Kondisi yang sempat membaik sehari sebelumnya itu kembali memburuk hingga membatasi jarak pandang hanya sekitar 100 meter.

Pekatnya kabut asap dirasakan warga di sejumlah wilayah kota. Asap mulai menyelimuti kawasan permukiman sejak dini hari dan masih bertahan hingga pagi.

Bacaan Lainnya

“Merata hampir seluruh Sampit, kabut asap hari ini cukup pekat,” ungkap Usna, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Berdasarkan data BMKG Kotim melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, jarak pandang pada pukul 07.00 WIB tercatat hanya 100 meter. Saat pengamatan berlangsung, suhu udara mencapai 24,8 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 94 persen.

Kondisi angin juga tercatat tenang atau calm, dengan kecepatan 0 kilometer per jam. Minimnya pergerakan angin berpotensi membuat polutan bertahan di sekitar wilayah terdampak. Meski demikian, perkembangan kondisi kabut asap masih perlu dipantau lebih lanjut.

Kabut asap yang kembali menebal ini terjadi setelah jarak pandang sempat mengalami peningkatan pada Sabtu (17/10). Kala itu, BMKG mencatat jarak pandang naik dari 200 meter pada pukul 07.00 WIB menjadi 800 meter pada pukul 10.00 WIB.

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Kabut asap kembali mengganggu aktivitas masyarakat pada awal pekan ini.

Situasi ini menjadi perhatian, terutama bagi pengendara yang melintasi jalanan Sampit pada pagi hari. Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menggunakan lampu kendaraan sesuai kondisi untuk mengantisipasi keterbatasan jarak pandang.

Masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat. Anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus. Informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan kabut asap sebaiknya dipantau melalui kanal resmi BMKG serta instansi terkait.

 

 

Pos terkait