SAMPIT , Radarsampit.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami peningkatan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kelompok lanjut usia (lansia) serta masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid diminta lebih waspada terhadap dampak paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan, asap pekat dan kondisi cuaca kering berpotensi memperburuk kesehatan warga yang memiliki riwayat penyakit jantung, paru-paru, maupun asma.
Menurutnya, tren kenaikan kasus ISPA terpantau di 21 puskesmas di Kotim. Meski demikian, hingga saat ini belum dilaporkan adanya pasien meninggal dunia akibat komplikasi ISPA.
“Yang kita khawatirkan adalah bagi masyarakat pralansia atau lansia yang memang ada komorbid jantung, paru-paru. Itu akan berdampak kepada kondisi kesehatannya, khususnya yang asma, jantung, dan penyakit lain,” ujar Umar.
Dinkes Kotim mengimbau warga rentan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut. Masyarakat juga disarankan memakai masker pelindung dan tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis.
Umar mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gangguan pernapasan. Jika mengalami sesak napas atau kondisi kesehatan memburuk, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.








