Kedatangan jemaah haji di Bandara Haji Asan Sampit disambut tangis haru oleh sanak keluarga. Bupati Kotim Halikinnor menyambut kedatangan rombongan jemaah haji seraya mendoakan jemaah Kotim menjadi haji yang mabrur.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Sejak pagi, pintu kedatangan Bandara Haji Asan Sampit sudah dikepung sanak keluarga yang tak sabar ingin menjemput kedatangan jemaah haji.
Suara burung besi bertuliskan NAM Air mendarat mulus Senin (1/7/2024) pagi sekitar jam 08.25 WIB. Keluarga yang di luar hanya bisa menunggu di selasar pintu kedatangan. Pintu dijaga ketat oleh sejumlah anggota Satpol PP Kotim dan beberapa anggota polisi.
Bupati Kotim Halikinnor beserta sejumlah pejabat sudah berjejer tepat di bawah spanduk bertuliskan selamat datang rombongan jemaah haji Kabupaten Kotawaringin Timur.
Wakil Bupati Irawati dan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kotim turun pertama kali, setelah Minggu (30/6/2024) pukul 12.00 WITA menyambut jemaah haji Kotim di Debarkasi Banjarmasin. Seluruh jemaah haji Kotim yang tergabung di Kloter 6 bersama Kabupaten Katingan dan Kapuas dengan total 315 jemaah haji tiba dengan selamat.
Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, kedatangan jemaah haji tahun ini tak langsung diterbangkan ke Sampit. 161 jemaah asal Kotim, Katingan, dan Kapuas diarahkan menginap satu malam di Asrama Haji Banjarbaru.
Namun, hal yang patut disyukuri bagi para jemaah asal Kotim, karena selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2022, Pemkab Kotim memberikan fasilitas layanan keberangkatan dan kepulangan menggunakan carter pesawat dari Bandara Haji Asan Sampit menuju embarkasi Bandara Syamsudin Noor.
“Jemaah Kotim patut bersyukur karena tidak lagi harus menghadapi perjalanan darat hingga kurang lebih delapan jam dari Sampit menuju embarkasi Banjarmasin. Karena, sudah beberapa tahun ini Pemkab Kotim sudah memfasilitasi layanan keberangkatan dan kepulangan jemaah menggunakan carter pesawat,” kata Halikinnor, Bupati Kotim.
Dengan senyum merekah, Halikinnor menyambut rombongan jemaah haji yang diiringi suara musik rebana. Jemaah satu per satu turun dari pesawat. Tiga di antara 87 jemaah yang tiba di penerbangan pertama pagi ini, ada yang menggunakan kursi roda. Sedangkan, penerbangan kedua dijadwalkan tiba pukul 11.35 WIB membawa 58 jemaah.
“Berdasarkan laporan, dari berangkat sampai kembali ke Sampit, jemaah haji Kotim lengkap tidak ada yang meninggal dunia, meskipun ada tiga orang yang dikabarkan sakit karena kecapean,” kata Halikinnor usai menerima pengalungan sorban dari Ubaidillah, Jemaah Haji Kotim yang bertugas sebagai Sekretaris Dispora Kotim.
Halikin yakin dan percaya jemaah haji Kotim yang telah selesai melaksanakan ibadah haji tahun 2024 ini dapat menjadi teladan dan contoh di kalangan masyarakat.
“Kita berdoa semoga jemaah haji Kotim yang tiba hari ini dapat menjadi haji yang mabrur dan mabruroh serta menjadi suri teladan yang baik di kalangan masyarakat,” kata Halikinnor.
Penyambutan rombongan jemaah haji berlangsung singkat. Setelah penyambutan dan doa, Halikinnor beserta pejabat lainnya terburu-buru meninggalkan Bandara Haji Asan Sampit karena harus menghadiri upacara Hari Bhayangkara ke-78 tahun di kantor Bupati Kotim yang waktunya bersamaan.
Meski pejabat sudah berlalu pergi, suasana tangis haru tak terbendung. Setelah kurang lebih 42 hari melaksanakan ibadah haji di Mekkah, rombongan kembali berkumpul dengan sanak keluarga tercinta.
Mobil-mobil jemputan jemaah dihias layaknya menjemput tamu spesial. Kain batik panjang dibentangkan membentuk huruf V pada bagian depan mobil. Payung-payung yang mereka kenakan untuk melindungi terik panas yang padahal cuaca mendung dihias bunga melati renteng.








