SAMPIT, Radarsampit.com – Kualitas udara di Kota Sampit kembali menjadi perhatian serius. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan membuat kondisi udara pada Senin (31/8/2026) pagi berada pada level yang sangat mengkhawatirkan.
Berdasarkan data indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) US, nilai AQI Sampit mencapai 768 pada pukul 05.00 WIB. Angka tersebut menempatkan Sampit sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada waktu pemantauan tersebut.
Nilai AQI 768 bahkan terpaut sangat jauh dari batas awal kategori berbahaya yang berada di angka 301. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat pencemaran udara yang perlu mendapat perhatian, terlebih kabut asap masih terlihat di sejumlah wilayah.
Seorang warga Sampit, Didi, mengaku kondisi udara pada pagi hari terasa lebih buruk dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Memang hari ini yang paling parah selama karhutla beberapa bulan terakhir. Mata terasa perih dan udara seperti mencekik,” ujarnya.
Kondisi udara Sampit juga tercatat lebih buruk dibandingkan sejumlah kota lain di Kalimantan yang turut terdampak kabut asap.
Pontianak, Kalimantan Barat, misalnya, mencatat AQI 346 yang juga masuk kategori berbahaya. Sementara Banjarmasin berada di angka 280 atau kategori sangat tidak sehat. Palangka Raya tercatat 222 dan Singkawang 152.
Memburuknya kualitas udara di Kota Sampit terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah titik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Asap pekat tidak hanya membuat pandangan terganggu. Paparan polusi udara dalam waktu lama juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki kerentanan lebih tinggi.
Karena itu, masyarakat disarankan membatasi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara berada pada level buruk. Aktivitas fisik di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi untuk meminimalkan paparan udara tercemar.
Bagi warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dengan kemampuan menyaring partikel halus seperti N95 atau KN95 dapat menjadi salah satu langkah perlindungan.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, serta kelompok masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara.
Kondisi kualitas udara tersebut menjadi peringatan serius bagi masyarakat Sampit. Pemantauan kualitas udara dan perkembangan karhutla perlu terus dilakukan, terutama jika kabut asap kembali menebal dalam beberapa jam ke depan.








