Radarsampit.com – Setiap tanggal di kalender punya ceritanya masing-masing. Begitu juga dengan 9 Oktober, yang ternyata menyimpan sejumlah momen penting dan menarik di berbagai belahan dunia.
Tanggal ini tidak hanya dikenal dengan Hari Pos Sedunia, tetapi juga menjadi hari bersejarah bagi Ekuador, Uganda, Korea Selatan, hingga India. Berdasarkan catatan dari laman National Today, sedikitnya ada lima peringatan yang jatuh pada 9 Oktober setiap tahunnya.
Kelima peringatan itu antara lain Hari Pos Sedunia, Hari Kemerdekaan Guayaquil, Hari Kemerdekaan Uganda, Hari Hangul Korea Selatan, dan Hari Karva Chauth di India. Berikut rangkuman kisah dan makna di balik masing-masing perayaan.
Hari Pos Sedunia
Setiap 9 Oktober, dunia memperingati Hari Pos Sedunia untuk mengenang berdirinya Universal Postal Union (UPU) pada tahun 1874. Tujuannya, untuk mengingat kembali peran penting layanan pos dalam menghubungkan masyarakat di seluruh dunia, jauh sebelum era pesan instan dan media sosial.
Tradisi berkirim surat sudah ada sejak ribuan tahun silam, tepatnya di Mesir Kuno pada sekitar tahun 2500 SM. Sementara sistem pos resmi tertua tercatat di Iran pada 550 SM.
Di Amerika Serikat, layanan pos modern dimulai ketika Benjamin Franklin diangkat sebagai kepala pos pertama pada tahun 1775. Hingga akhirnya, pada 9 Oktober 1874, UPU dibentuk sebagai wadah kerja sama internasional dalam mengatur pengiriman surat antarnegara.
Hari Pos Sedunia kemudian diresmikan pada Kongres Pos Sedunia Tokyo tahun 1969. Kini, lebih dari 190 negara anggota UPU memperingatinya dengan berbagai kegiatan, seperti pameran perangko, lomba menulis surat anak, hingga kampanye literasi.
Momen ini juga menjadi pengingat akan kehangatan komunikasi zaman dulu, ketika menunggu surat di kotak pos menjadi hal yang paling dinanti.
Hari Kemerdekaan Guayaquil
Beralih ke Amerika Selatan, tanggal 9 Oktober juga menjadi hari penting bagi masyarakat Ekuador. Pada tanggal inilah, kota Guayaquil memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Spanyol pada tahun 1820.
Guayaquil dikenal sebagai kota pelabuhan sekaligus pusat ekonomi terbesar di Ekuador. Perjuangan kemerdekaannya menginspirasi kota lain seperti Cuenca dan Quito untuk turut bangkit melawan penjajahan.
Peristiwa penting lainnya adalah Pertempuran Pichincha pada 24 Mei 1822 yang akhirnya membebaskan seluruh wilayah Ekuador.
Kini, Hari Kemerdekaan Guayaquil dirayakan meriah dengan parade budaya, pesta rakyat, konser musik, hingga pertunjukan kembang api. Tak hanya menjadi hari libur nasional, momen ini juga memperkuat semangat nasionalisme rakyat Ekuador.
Hari Kemerdekaan Uganda
Masih di benua lain, Uganda juga memiliki momen bersejarah yang jatuh pada 9 Oktober. Tanggal ini menandai Hari Kemerdekaan Uganda, setelah negara di Afrika Timur tersebut merdeka dari Inggris pada tahun 1962.
Uganda kerap disebut sebagai “The Pearl of Africa” atau Mutiara Afrika karena keindahan alamnya yang luar biasa. Sebelum merdeka, wilayah ini merupakan protektorat Inggris yang terdiri dari kerajaan dan desa-desa di sekitar Danau Victoria.
Gerakan menuju kemerdekaan mulai tumbuh setelah Perang Dunia II, seiring meningkatnya kesadaran rakyat untuk memiliki pemerintahan sendiri. Setelah melalui pemilihan umum pertama pada tahun 1961, Uganda akhirnya menjadi negara berdaulat setahun kemudian.
Setiap tahun, Hari Kemerdekaan Uganda dirayakan secara nasional di Kololo Grounds, dipimpin langsung oleh Presiden. Acara diisi dengan parade militer, tari-tarian tradisional, hingga pertunjukan budaya yang menarik wisatawan mancanegara.








