Guayaquil dikenal sebagai kota pelabuhan sekaligus pusat ekonomi terbesar di Ekuador. Perjuangan kemerdekaannya menginspirasi kota lain seperti Cuenca dan Quito untuk turut bangkit melawan penjajahan.
Peristiwa penting lainnya adalah Pertempuran Pichincha pada 24 Mei 1822 yang akhirnya membebaskan seluruh wilayah Ekuador.
Kini, Hari Kemerdekaan Guayaquil dirayakan meriah dengan parade budaya, pesta rakyat, konser musik, hingga pertunjukan kembang api. Tak hanya menjadi hari libur nasional, momen ini juga memperkuat semangat nasionalisme rakyat Ekuador.
Hari Kemerdekaan Uganda
Masih di benua lain, Uganda juga memiliki momen bersejarah yang jatuh pada 9 Oktober. Tanggal ini menandai Hari Kemerdekaan Uganda, setelah negara di Afrika Timur tersebut merdeka dari Inggris pada tahun 1962.
Uganda kerap disebut sebagai “The Pearl of Africa” atau Mutiara Afrika karena keindahan alamnya yang luar biasa. Sebelum merdeka, wilayah ini merupakan protektorat Inggris yang terdiri dari kerajaan dan desa-desa di sekitar Danau Victoria.
Gerakan menuju kemerdekaan mulai tumbuh setelah Perang Dunia II, seiring meningkatnya kesadaran rakyat untuk memiliki pemerintahan sendiri. Setelah melalui pemilihan umum pertama pada tahun 1961, Uganda akhirnya menjadi negara berdaulat setahun kemudian.
Setiap tahun, Hari Kemerdekaan Uganda dirayakan secara nasional di Kololo Grounds, dipimpin langsung oleh Presiden. Acara diisi dengan parade militer, tari-tarian tradisional, hingga pertunjukan budaya yang menarik wisatawan mancanegara.
Hari Hangul di Korea Selatan
Bagi masyarakat Korea Selatan, 9 Oktober juga menjadi hari yang istimewa. Mereka merayakan Hari Hangul, peringatan lahirnya sistem aksara Korea yang diciptakan oleh Raja Sejong Agung pada tahun 1446.
Sebelum adanya Hangul, masyarakat Korea menggunakan aksara Tionghoa Klasik yang sulit dipelajari. Raja Sejong pun menciptakan sistem tulisan baru yang sederhana agar semua orang bisa belajar membaca dan menulis.
Hangul tidak hanya dianggap sebagai alfabet, tetapi juga simbol identitas nasional dan kebanggaan rakyat Korea. Sejak 1945, Hari Hangul resmi menjadi hari libur nasional dan dirayakan dengan berbagai kegiatan seperti festival budaya, lomba kaligrafi, hingga pameran sejarah.








