Bendahara KUD Hilang Usai Ambil Rp1,4 Miliar, Mobil Ditemukan Rusak, Dirampok atau Sabotase?

bendahara desa hilang 1
DIAMANKAN: Mobil milik bendahara KUD saat diamankan di Mapolsek untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (Fahry/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Misteri hilangnya bendahara Koperasi Unit Desa (KUD) Harapan Makmur, berinisial AS, semakin menjadi sorotan. Pemerintah Desa Bandar Agung, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bersama pihak koperasi resmi melaporkan kasus ini ke polisi setelah mobil milik AS ditemukan dalam kondisi rusak.

Kendaraan tersebut ditemukan terparkir di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 9, Kecamatan Baamang, Kamis (23/4/2026) pagi, dengan kondisi kaca depan hingga sisi kanan pecah. Sementara keberadaan AS hingga kini masih belum diketahui.

Kepala Desa Bandar Agung, Slamet Harianto, membenarkan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Baamang.

“Kami akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi sejak pagi hingga malam, karena yang bersangkutan tidak ada di tempat dan mobil ditemukan dalam kondisi rusak,” ujarnya.

Menurut Slamet, peristiwa ini bermula saat AS bersama pengurus KUD lainnya berangkat ke Sampit untuk mengambil dana Sisa Hasil Kebun (SHK) di salah satu bank. Uang tersebut rencananya akan dibagikan kepada anggota koperasi.

Namun, pada Rabu (22/4) pagi, rombongan pengurus lainnya sudah lebih dulu kembali ke desa, sementara AS tidak kunjung pulang.

“Pihak koperasi sudah mencoba menghubungi, tapi tidak ada respons. Kami sempat kembali ke Sampit untuk mencari, tapi tidak ditemukan. Justru saat hendak pulang, mobilnya ditemukan di pinggir jalan dalam kondisi rusak,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pemerintah desa dan koperasi langsung membuat laporan resmi ke pihak kepolisian guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, motif di balik hilangnya AS masih belum diketahui. Aparat kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana, termasuk dugaan perampokan atau skenario lain.

“Untuk uang yang diambil dari bank, itu mencapai Rp1,4 miliar,” pungkas Slamet.

Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian, sementara keluarga dan pihak koperasi berharap AS segera ditemukan dan misteri hilangnya uang miliaran tersebut dapat segera terungkap. (sir/sla)

Pos terkait