Radarsampit.com – Warga Jalan Teluk Sanggar, RT11, Desa Bincau, Kabupaten Banjar dibuat geger dengan penemuan mayat dengan kondisi tergantung dalam rumah Selasa (27/8/2024).
Korban adalah seorang pria bernama Riyanto (31), yang kesehariannya bekerja di Bank Sampah desa setempat.
Di rumah itu, korban hanya tinggal berdua dengan kakak kandungnya bernama Masrifah (48).
Masrifah menjadi orang pertama yang menemukan adiknya tewas. Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sapras, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, M Kasyaf R membenarkan kejadian tersebut
“Saat itu keluarganya ingin bertemu dan mencari keberadaannya, namun saat ditemukan sudah tidak bernyawa,” ucap Kasyaf.
Setelah itu, pihak keluarga korban mengabarkan kejadian tersebut ke warga desa dan kemudian disebarkan ke grup whatsapp.
Dari situlah awal mula tersebarnya foto korban dan diketahui oleh petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Banjar.
“Sesampainya di lokasi, tim gabungan bersama Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, INAFIS Banjar, PMI serta relawan gabungan, dan masyarakat sekitar langsung mengevakuasi korban,” ujarnya.
Proses evakuasi memakan waktu hampir 15 menit, kemudian proses evakuasi pengangkatan mayat dan di bawa oleh unit Ambulan milik relawan EBR ke RSUD Ratu Zalecha untuk proses pemeriksaan.
“Untuk penyebab pastinya masih dalam tahap penyelidikan di Kepolisian,” tuturnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Banjar, AKP Suarji membeberkan dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Dr Ahya Ramadhana, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tanda-tanda pada korban mengindikasikan bahwa kematian tersebut murni akibat gantung diri, dengan lilitan tali yang tepat berada di rahang dan tanda-tanda lain yang menguatkan dugaan tersebut,” papar Suarji.
Hal tersebut sejalan dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan Polisi saat olah TKP. Yaitu, dua utas tali warna biru, 1 helai celana levis pendek merk HOLLO dan 1 helai celana dalam hijau muda merk Buana.
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Keluarga korban meminta agar tidak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan otopsi.
Meski dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri, pihak Kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut. Terutama terkait motif yang membuat korban gantung diri.
Sempat Curhat Tentang Nasib
Kronologis penemuan jenazah Riyanto ini berawal dari kecurigaan sang kakak, Masrifah yang melihat pintu rumahnya terkunci dari dalam.
Saat itu, Masrifah pulang bekerja sebagai petugas kebersihan di Pasar Martapura sekira jam 11.00 Wita.
Sesampainya di rumah, ia mendapati pintu terkunci dari dalam.Yakin adiknya ada di dalam rumah karena memang sering pulang duluan, Masrifah mencoba mengetuk pintu sambil memanggil nama sang adik.
“Mulai dari mengetuk, sampai sampai menggedor pintu, tapi tidak juga ada jawaban,” kata Masrifah.
Waktu itu, ia hanya mengira bahwa Riyanto sedang tidur pulas. Namun, hari itu ia melihat ada yang janggal pada sepatu milik adiknya.
Biasanya, kata Masrifah sepatu bekerja adiknya itu ditaruh secara rapi di tempatnya dalam kondisi sudah dicuci.
Tapi, pada hari itu ia melihat sepatu adiknya bergelimpangan di depan pintu dan tidak dicuci.
“Karena saya juga kelelahan usai bekerja, saya memilih tidur dulu di teras rumah sambil menunggu pintu dibuka,” tuturnya.
Selepas zuhur, Masrifah bangun. Mengetahui pintu rumah masih terkunci, kejanggalan dalam pikirannya pun semakin menjadi-jadi. Hingga akhirnya ia mencoba masuk lewat jendela kamar adiknya.







