SAMPIT, radarsampit.com – Ketenangan malam di kawasan Jalan Jenderal Sudirman km 4,5 RT 48 RW 28 Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur seketika mencekam pada Kamis (14/3/2024) sekitar pukul 21.30 WIB.
Pendaran cahaya dari api kebakaran tiga ruko dan dua kios memecah temaramnya malam di kawasan tersebut.
Kebakaran di Sampit itu membuat warga setempat geger. Kepanikan mereka makin menjadi ketika terdengar ledakan dari kios penjual bahan bakar minyak (BBM) solar.
Jalanan langsung menjadi macet karena rasa penasaran pengendara yang ikut menepi mendekati lokasi kejadian kebakaran.
“Saya lagi tidur, tiba-tiba kaget mendengar suara ledakan. Saat keluar rumah, lihat api sudah membesar,” kata Erna saksi kejadian yang tinggal di rumah kayu tak jauh dengan lokasi kebakaran.
Beruntungnya api tak sampai merembet rumahnya. Namun menghanguskan tiga unit rumah toko (ruko) berkonstruksi beton dan dua warung kios.
Pada bagian sisi kiri menghadap ke arah Jalan Jenderal Sudirman persis didepan GM Tractor PT Gaya Makmur Tractors disewa oleh Emi (35) pedagang warung sembako, pintu ruko posisi tengah disewa oleh BRI Link dan di sisi kanan disewa oleh penjual BBM solar.
Selain itu, ada kios bengkel yang disewa Widodo (44) berada di samping kanan penjual BBM dan kios warung soto yang disewa Nurhayati juga ikut hangus terbakar.
“Itu ruko dan kios warung milik saya, tapi saya tidak kenal nama penyewanya. Karena, saya buka usaha kios sembako di Jalan Jenderal Sudirman km 18. Sampai rumah malam, jadi kurang bertegur sapa karena sibuk kerjaan,” kata Fauzi (48)saat diwawancarai Radar Sampit di halaman depan rumahnya yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Dia juga terlihat panik tidak karuan memikirkan nasib ruko yang baru dibangunnya 2 tahun lalu. “Pening kepala saya, tidak konsentrasi berpikir. Ruko baru dibangun 2 tahun lalu, belum balik modal, tidak disangka-sangka menghadapi musibah kebakaran,” ucapnya dengan ekspresi kesedihan.
Saat kebakaran terjadi, Fauzi sudah tiba di rumah. Kebakaran itu diduga terjadi akibat puntung rokok dekat BBM solar yang langsung menyambar bangunan ruko yang disewa Misran.
“Warga yang menjadi saksi melihat titik api pertama dari ruko penjual BBM. Apinya diduga dari puntung rokok yang menyambar bensin solar,” ucap Fauzi.
Fauzi juga menerima informasi dari warga setempat ada lembaran uang kertas yang diduga mencapai ratusan juta yang dimasukkan dalam tas hitam juga hangus terbakar. “Iya tadi ada warga mengirimi foto uang terbakar di dalam tas, berapa jumlahnya saya enggak tahu. Sepertinya itu uang milik BRI Link,” katanya.
Kejadian kebakaran langsung ditindaklanjuti cepat oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kotim dengan menurunkan 4 unit armada tangki pemadam dan tiga regu (30 personel) serta bantuan satu unit mobil tangki BPBD Kotim,satu unit tangki mobil Relawan Damkar Ketapi dan Relawan Baamang dan juga PMI.
Plt Kepala DPKP Kotim Rihel mengatakan api bermula dari bangunan ruko yang disewa oleh Mirhan (58) sebagai penjual BBM.
“Ada lima bangunan yang terbakar. Tiga ruko beton dan dua warung bengkel dan warung soto. Semuanya dalam kondisi tutup dan tidak ada orangnya kecuali penjual BBM. Informasi dari warga, saat mengisi bensin, entah sedang berokok atau bagaimana, lalu seketika api menyambar,” kata Rihel yang juga berada di lokasi kejadian kebakaran.
Atas kejadian kebakaran tersebut, Mirhan mengalami luka bakar derajat 1 bagian lengan kiri dan kanan, kaki kiri, punggung kiri dan perut. Sedangkan, Aan (10) yang diduga anak dari Mirhan juga mengalami luka bakar derajat 1 bagian kepala.








