Menyedihkan! Warga Kotim Seolah Dibiarkan Kesulitan dapat BBM

antrean BBM di SPBU
Ilustrasi antre beli BBM( FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Radarsampit.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) makin meresahkan.

Sopir dan warga harus antre berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sementara pemerintah daerah dan tim pengawas BBM dinilai tak menunjukkan peran nyata.

Bacaan Lainnya

”Jujur kami melihat tidak ada sama sekali peran pemerintah atau tim terpadu ataupun Pertamina dalam persoalan BBM di daerah ini. Seingat saya, dulu kita punya tim BBM yang bertugas mengawasi dan mengawal distribusi, tapi sekarang tidak ada lagi gerakannya,” kata pemerhati kebijakan publik, Bambang Nugroho, Kamis (7/11).

Menurutnya, pemerintah dan aparat di daerah tidak responsif terhadap persoalan di lapangan.

Masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, bahkan harus mengantre panjang hanya untuk memperoleh pertalite. Padahal, bahan bakar merupakan penggerak utama perekonomian masyarakat.

”Semuanya butuh bahan bakar, mulai dari tukang sayur, tukang bangunan, hingga sopir angkutan. Jadi, sektor vital seperti ini seharusnya cepat direspons dan diatasi,” ujarnya.

Bambang menilai, jika dibiarkan, krisis BBM akan semakin parah. Dulu, masalah distribusi hanya terjadi pada jenis premium dan solar. Namun kini, pertalite pun sulit diperoleh.

”Kami tidak bicara lagi soal solar, sekarang pertalite pun langka. Ini ada apa sebenarnya?” katanya heran.

Dia melanjutkan, bukan hanya BBM bersubsidi yang sulit didapat, tetapi juga BBM nonsubsidi.

”Pertamax saja bisa kosong di hari tertentu, tapi kita tidak tahu apa penyebabnya. Apakah karena pasokan berkurang atau ada hal lain?” ujarnya. (ang/ign)

Pos terkait