SAMPIT, radarsampit.com – Festival Tepian Mentaya resmi dibuka mulai Sabtu (5/10) sore. Ada 45 stand kuliner pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur yang ikut berpartisipasi meramaikan dan memenuhi selasar kawasan Ikon Jelawat.
“Festival Tepian Mentaya menjadi salah satu wujud tanggung jawab kami dalam ikut serta melestarikan, membina, sekaligus mengembangkan kekayaan budaya dan kuliner nusantara,” kata Rihel, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kotim, Sabtu (5/10).
Meskipun pembukaan Festival Tepian Mentaya diguyur hujan, masyarakat tetap ramai berdatangan memenuhi meja kursi untuk mengincar kudapan kuliner sore di atas awan mendung.
Hujan yang berubah rintik gerimis tak membuat pengunjung beranjak pergi, karena terlalu menikmati hidangan makanan minuman cemilan yang memanjakan lidah pengunjung.
“Festival ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi seniman, budayawan, serta pelaku umkm untuk berkreasi, berinovasi, dan memperkenalkan potensi lokal kita ke tingkat yang lebih luas,” kata Rihel.
Melalui festival ini, juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk-produk unggulan.
“Pelaku UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah, dan dukungan kita kepada mereka sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta daya saing ekonomi di Kotim,” katanya.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dukungan Dinas UKM Perdagangan dan Perindustrian Kotim dan Disbudpar Kotim.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi antar berbagai pihak, termasuk dinas-dinas terkait yang berperan aktif dalam menyukseskan acara ini. Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan kekayaan seni dan budaya yang kita miliki, karena di dalamnya terkandung identitas dan jati diri kita sebagai masyarakat yang berbudaya,” ujarnya.
Ketua Panitia Festival Tepian Mentaya dari Galena Enterprise Zul Efendi mengatakan, kegiatan ini akan digelar 5-12 Oktober 2024 dengan melibatkan 65 pelaku UMKM dan menyediakan 45 stan serta dimeriahkan dengan hiburan musik dari band lokal dan band luar Kota Sampit.
“Sebenarnya pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi ada 65, tapi kami sediakan 45 stan karena keterbatasan tempat. Tidak hanya dari pelaku UMKM di Sampit, ada juga pelaku UMKM dari Palangka Raya dan Banjarmasin yang juga ikut bergabung meramaikan,” kata Zul Efendi.
Festival Tepian Mentaya diselenggarakan untuk menjaga kelestarian budaya, mempromosikan produk UMKM terutama kuliner di Kota Sampit.
“Pelaku UMKM kami ajak untuk berpartisipasi yang tujuannya tidak hanya mempromosikan produk mereka tetapi juga memberikan rasa betah dan nyaman pengunjung yang ingin menikmati kuliner,” katanya.
Pihaknya juga memilih lokasi di Kawasan Ikon Jelawat agar salah satu destinasi wisata di Kota Sampit ini lebih diketahui publik.
“Kami juga ingin mempromosikan Ikon Jelawat agar pengunjung yang berselfi memosting aktivitasnya disini secara tidak langsung ikut mempromosikan Ikon Jelawat,” katanya.
Selama delapan hari, panitia juga akan mengadakan beberapa hiburan seperti lomba mewarnai yang dijadwalkan Minggu (6/10) dan akan diikuti 400 siswa se Kotim. Adapula hiburan olahraga serta band musik lokal dan luar Kota Sampit.
“Setiap hari selama delapan hari kami akan adakan hiburan. Besok lomba mewarnai, ada juga kegiatan olahraga, malam Kamis kami akan datangkan musisi dari luar kota bernama Dirga Dadali dan ada juga band lokal yang nantinya akan menghibur pengunjung,” tandasnya. (hgn/yit)








