JAKARTA, radarsampit.com – Gangguan information technology (IT) global dilaporkan telah menimbulkan kekacauan terhadap sistem komputer dunia pada Jumat (19/7/2024) lalu.
BBC melaporkan, insiden tersebut bersumber dari gangguan IT pada firma keamanan siber global Crowdstrike yang berdampak pada Microsoft.
Gangguan IT itu berimbas ke berbagai sektor, termasuk penerbangan.
Sky News Australia melaporkan, Bandara Sydney Jumat lalu memberikan pemberitahuan kepada penumpang atas kemungkinan terjadinya delayed.
BBC juga menulis, maskapai AS seperti American Airlines, Delta Airlines, dan United Airlines sempat menghentikan layanan pada Jumat lalu dengan alasan komunikasi.
Indonesia pun tak luput dari gangguan IT global tersebut. Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia membenarkan terjadinya gangguan sistem pada layanan penerbangannya.
Meski demikian, Indonesia AirAsia memastikan seluruh operasional penerbangan berjalan dengan baik seiring dengan situasi di lapangan yang dalam tahap pemulihan 100 persen.
”Seluruh sistem IT Indonesia AirAsia berangsur kembali normal, namun masih dalam tahap recovery, sehingga sementara ini proses check-in dilakukan secara manual di seluruh bandara, hingga seluruh sistem benar-benar pulih kembali dan stabil,” ujar Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia Veranita Yosephine Sabtu (20/7/2024).
Veranita menambahkan, proses tersebut memakan waktu sedikit lebih lama dari yang diperkirakan. Namun, Indonesia AirAsia tetap berkomitmen memastikan semua penumpang dapat melakukan penerbangan dengan nyaman dan aman.
Indonesia AirAsia telah menempatkan sejumlah personel staf darat serta petugas keamanan dalam membantu mengatasi situasi dan memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan para penumpang maupun kru penerbangan.
”Untuk menghindari ketidaknyamanan saat di bandara keberangkatan, diharapkan seluruh penumpang dapat tiba di bandara setidaknya tiga jam sebelum waktu keberangkatan yang terjadwal untuk menghindari antrean panjang selama proses check-in manual,” pungkas Veranita.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan bahwa sistem teknologi informasi maskapai berangsur normal usai mengalami gangguan akibat sistem operasi Microsoft yang eror.
Menurut Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas, dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Mokhammad Khusnu, gangguan sistem IT tersebut terjadi secara global di bandara AS, Belanda, Singapura, Malaysia, dan lain-lain.
Di Indonesia sendiri, gangguan terjadi di beberapa sistem check-in milik beberapa maskapai seperti Citilink, Scoot Airlines, AirAsia, dan Indigo. Sebab, sistem maskapai-maskapai tersebut terhubung dengan provider global.
”Pada saat terjadi gangguan IT, langkah antisipasi dilakukan dengan melakukan pelayanan proses check-in secara manual, membuka lebih banyak check-in counter, serta mengimbau agar para penumpang berangkat lebih awal,” ujarnya kemarin. (agf/mia/c17/oni)








