Sebut Bakal Menentukan Pilihan kalau Situasi Politik Memburuk

Kunjungan Rocky Gerung dan Dikki Akhmar ke Radar Sampit (3-Habis)

rocky gerung
KUNJUNGAN: Rocky gerung bersama karyawati Radar Sampit, Jumat pekan lalu. (HERU PRAYITNO/RADAR SAMPIT)

Kunjungan Rocky Gerung mendampingi Dikki Akhmar ke beberapa daerah di Kalteng dalam diskusi akal sehat mengajak masyarakat Kalimantan Tengah agar berani ‘bertengkar’.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

”Saat saya ke Kuala Pembuang dengan Pak Dikki, saya katakan mari kita bertengkar. Artinya, apa yang dicemaskan, tadinya masyarakat tidak mau bergerak. Kalau diumpan sesuatu yang membuatnya marah, pikirannya menjadi cerdas,” kata Rocky Gerung saat menjadi bintang tamu Podcast Radar Sampit, Jumat (2/2).

Rocky mengatakan, kemarahan setara dengan kemampuan berpikir. Hanya orang yang berpikiran tajam yang mampu meluapkan amarahnya secara intelektual.

”Masyarakat beranggapan kalau marah tidak akan didengar, kemarahan itu lalu dipendam. Padahal, kemarahan itu setara dengan kemampuan berpikir,” ujarnya.

Dalam pertemuannya dengan masyarakat Kalteng, Rocky melihat ada potensi yang luar biasa, namun masyarakat gugur dalam mengutarakan apa yang dikehendaki.

”Ada 20-30 komunitas yang saya temui dengan masyarakat sipil Kalteng dengan Pak Dikki, saya lihat ada potensi yang luar biasa, tetapi mereka gugup gagap dalam mengucapkan kalimat. Lebih baik kurang ajar daripada gugup,” ujarnya.

”Anak yang kurang ajar itu tersampaikan pikirannya. Kalau dia gugup, dia takut mengucapkan jangan-jangan ini dianggap tidak sopan. Tidak perlu seperti itu. Saya sering katakan, sopan santun itu semacam kemunafikan,” tambahnya.

Agus, Host Podcast Radar Sampit kembali memberikan pertanyaan. Menurutnya, Pemilu 2024 ini lebih kondusif dibandingkan Pemilu sebelumnya.

”Kita tahu sendiri Pemilu sebelumnya, ada masyarakat terpecah belah dengan sebutan ada cebong kampret. Sekarang lebih banyak dialegtika. Ketika calon ini habis berdebat di televisi, mereka bikin forum di luar. Bung Rocky sudah beberapa kali saya lihat meroasting para calon, mungkinkah semua sudah dilakukan?” tanyanya.

”Dari enam sudah ada tujuh yang saya roasting, termasuk bayangannya,” jawab Rocky seraya melemparkan tawa.

”Saya lihat Bung Rocky berdiri bersama Ganjar, tetapi ada juga yang bilang mendung Anies, ternyata Bung Rocky juga mendukung Mahfud MD. Apakah setelah masa kampanye Pemilu ini akan menentukan sikap?” tanyanya lagi.

”Yes. Gini ya, saya akan memberikan sikap pragmatis pada akhirnya, kalau keadaan memburuk. Kalau Jokowi masih cawe-cawe, gak usah pilih calon yang didorong Jokowi kan. Jadi, Jokowi jadi beban seluruh bangsa. Mahfud MD saya minta dia mundur dua bulan lalu, sekarang dia mundur, itu sudah terlambat momentumnya, karena masyarakat sipil itu, memang menginginkan Jokowi mundur,” ujarnya.

Rocky mengaku mengetahui Jokowi selama di Solo. ”Kasih waktu saya dua jam. Kasih kuliah bagaimana sosok Jokowi di mata wong cilik Solo. Gak mungkin saya terangkan di sini. Jokowi tidak mengerti bahwa dia itu sudah kehilangan pulung. Marwahnya dan auranya sudah hilang,” tegasnya.

”Kalau auranya ada, dia tidak perlu ambil alih tugas kepala desa untuk bagi-bagi BLT. Artinya, dia merampas tugas kepala desa untuk mensosialisasikan kedudukan kades kepada rakyatnya. Ini Jokowi langsung turun, sampai masuk gorong-gorong desa,” tambahnya.

Setelah diskusi selama kurang lebih satu jam, Direktur Radar Sampit Siti Fauziah bersama jajarannya mengajak kedua bintang tamu Rocky Gerung dan Dikki Akhmar berfoto bersama.

”Ini kunjungan yang luar biasa, seorang Rocky Gerung mau menyempatkan berdiskusi dengan Tim Radar Sampit sebagai salah satu media lokal terbesar di Kalteng. Kunjungan ke Radar Sampit sebenarnya tidak masuk jadwal mereka, namun beliau setuju membahas, walaupun karena jadwal yang sangat padat, kunjungan hampir gagal,” kata Fauziah. (***/ign)

Pos terkait