Sepekan setelah Launching, Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Kotim Meningkat 

adminduk
ADMINDUK: Warga sedang mengurus adminduk di Kantor Disdukcapil Kotim, Selasa (28/3). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Setelah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) launching pada 20 Maret 2023 lalu, aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotim Selasa (28/3), aktivasi IKD meningkat dari 0,3 persen atau 1.113 warga saat launching, menjadi 0,45 persen atau 1.412 warga.

Bacaan Lainnya

“Ada peningkatan aktivasi IKD setelah launching beberapa waktu lalu, menjadi 0,45 persen atau 1.412 warga dari 308.309 wajib KTP,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kotim Yayan Hadifriyanto, Selasa (28/3).

Setelah melakukan aktivasi IKD, maka warga sudah memiliki KTP-el, Kartu Keluarga (KK), dan dokumen lainnya seperti NPWP, Kartu Pegawai ASN, record vaksinasi Covid-19, dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Di dalamnya sudah terintegrasi. Jadi sudah lengkap di IKD ada semuanya, semua dokumen ada di genggaman,” terangnya.

Untuk meningkatkan aktivasi IKD, Disdukcapil Kabupaten Kotim sudah bergerak untuk masyarakat yang datang ke disdukcapil untuk mengurus KTP.

“Untuk pemula akan kita rekam dulu, kemudian untuk yang sudah punya KTP akan kita proses langsung untuk mengaktifkan IKD,” tuturnya.

Pengaktifan IKD ini telah sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan oleh Dirjen Dukcapil. Tahapan ini segera dimulai terlebih dahulu untuk lingkup aparatur sipil negara (ASN) di satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) lingkup Pemkab Kotim.

“Dalam waktu dekat ini, mungkin di bulan Ramadan ini juga kita akan melakukan sosialisasi ke SOPD, dimulai dari Setda Kotim,” terangnya.

Apabila ada masyarakat yang datang ke disdukcapil untuk meminta atau mengurus KTP karena alasan hilang, rusak, dan lainnya, maka pihaknya akan membantu untuk langsung proses aktivasi IKD.

“Bagi masyarakat yang ingin mengaktifkan IKD silahkan datang ke kantor disdukcapil atau ke MPP Habaring Hurung, kita akan bantu untuk aktivasinya,” tandasnya.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Kotim menargetkan 25 persen aktivasi IKD  di tahun 2023. Pihaknya pun optimis dapat mencapai target tersebut.

Ada sedikit kendala yang saat membantu warga melakukan aktivasi IKD. Seperti email warga yang sudah tidak aktif, jaringan internet, hingga ponsel tidak mendukung untuk aktivasi IKD.

“Ada yang sampai tiga kali ganti email, baru bisa, karena email yang tidak aktif tidak bisa untuk aktivasi IKD. Penggunaan ponsel yang bukan android juga tidak bisa untuk IKD. Di awal-awal bahkan untuk selfie agak sulit, ada yang sampai lima kali baru bisa. Tapi sekarang sudah lebih mudah,” terangnya.

Pihaknya mendorong agar layanan IKD dimaksimalkan sebagai alternatif pengganti KTP-el fisik. Meskipun demikian untuk dokumen fisik masih diperlukan, karena tidak semua warga menggunakan android atau smartphone, terutama bagi yang lansia. (yn/yit)

Pos terkait