Sungai Lamandau Kembali Makan Korban, Pemuda Tenggelam Saat Mandi di Bawah Jembatan Kujan

tenggelam di sungai lamandau
Tiga pemuda tenggelam di Sungai Lamandau, dua orang ditemukan selamat, satu orang masih hilang. Warga beramai-ramai melakukan pencarian (Ria Mekar/Radar Sampit)

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Sungai Lamandau kembali memakan korban. Seorang pemuda, Iksan Reza Pahlevi, 23, tenggelam saat mandi bersama sejumlah rekannya di sekitar bawah Jembatan Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Senin (31/8/2026).

Hingga Senin malam, keberadaan Iksan masih belum diketahui. Warga bersama sejumlah pihak terus melakukan pencarian di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban bersama beberapa rekannya mandi dan berenang di Sungai Lamandau. Saat mencoba berenang menyeberangi sungai, korban diduga mengalami kesulitan hingga akhirnya tenggelam.

Dua rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, keduanya ikut mengalami kesulitan dan kelelahan saat berupaya menyelamatkan Iksan. Keduanya berhasil dievakuasi dan kemudian mendapat perawatan di RSUD.

Sementara itu, Iksan hingga kini belum berhasil ditemukan.

Warga Sisir Sungai dengan Peralatan Seadanya

Kabar tenggelamnya korban dengan cepat menyebar. Warga kemudian berdatangan ke sekitar bawah Jembatan Desa Kujan dan berinisiatif melakukan pencarian.

Dengan menggunakan perahu serta peralatan seadanya, warga menyisir aliran Sungai Lamandau. Pencarian difokuskan pada area sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

Sejumlah warga juga menyusuri tepian sungai sembari mengamati permukaan air dan bagian sungai yang diperkirakan memiliki kedalaman.

Hingga berita ini ditulis, pencarian masih berlangsung. Warga berharap tim pencarian dan pertolongan segera tiba dengan peralatan yang lebih memadai sehingga proses pencarian dapat dilakukan secara lebih optimal.

Sungai Terlihat Tenang, Arus Tetap Berbahaya

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya Sungai Lamandau. Meski kondisi air di sejumlah bagian sungai terlihat surut dan tenang, terdapat titik-titik dengan arus dan kedalaman yang cukup berbahaya.

Aktivitas mandi maupun berenang di sungai tanpa memperhitungkan kondisi arus dan kedalaman dapat berujung fatal.

Iksan sendiri diketahui cukup dikenal di lingkungan masyarakat setempat dan sering menjadi pendamping Paskibraka Lamandau.

Warga berharap korban segera ditemukan. Sementara masyarakat yang berada di sekitar Jembatan Desa Kujan terus memantau jalannya pencarian.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di Sungai Lamandau, terutama saat mandi, berenang, maupun menyeberang. Kondisi arus dan kedalaman sungai perlu diperhitungkan sebelum melakukan aktivitas di dalam air. (mex/sla)

Pos terkait