Radarsampit.com – Pembalap Yamaha, Alex Rins, harus pulang dari MotoGP Italia 2026 dengan perasaan campur aduk. Setelah menjalani akhir pekan yang cukup berat di Sirkuit Mugello, rider asal Spanyol tersebut gagal meraih hasil maksimal usai mengalami kecelakaan pada balapan utama.
Dilansir dari Motosan, Rins mengakui bahwa performa Yamaha masih belum menunjukkan perkembangan signifikan. Bahkan, ia juga mengungkapkan bahwa suasana di dalam tim tidak lagi sama seperti beberapa musim sebelumnya.
MotoGP Italia sejatinya dimulai dengan cukup positif bagi Rins. Ia berhasil menembus sesi Q2 dan mengamankan posisi ke-12 di grid start. Namun hasil tersebut tidak banyak berubah saat Sprint Race berlangsung, karena ia kembali finis di urutan ke-12.
Harapan untuk memperbaiki posisi pada balapan utama hari Minggu juga tidak berjalan sesuai rencana. Saat sedang berjuang di posisi ke-15, Rins terjatuh pada lap ke-11 dan gagal menyelesaikan balapan.
Menurut Rins, salah satu masalah terbesar yang ia rasakan sepanjang balapan adalah karakter motor Yamaha yang sulit diajak berbelok.
“Hari ini sangat sulit. Kami tidak melakukan perubahan besar pada motor. Hanya mengganti ban dan menghadapi kondisi suhu lintasan yang berbeda. Masalah utamanya adalah motor sulit berbelok. Kemarin saya masih bisa memaksimalkan kondisi yang ada, tetapi hari ini jauh lebih sulit,” ungkapnya.
Kecewa karena Terjatuh Tanpa Penyebab Jelas
Kecelakaan yang dialami Rins menjadi salah satu hal yang paling membuatnya frustrasi. Pasalnya, dari hasil evaluasi awal bersama tim, tidak ditemukan penyebab yang jelas mengapa dirinya kehilangan kendali.
Ia menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, dirinya tidak sedang memaksakan kecepatan maupun melakukan manuver berisiko.
“Saya sangat kecewa mengakhiri akhir pekan seperti ini. Saat balapan saya sedang mengelola ban dan tidak mengambil risiko besar. Ketika kami melihat data secara cepat di garasi, tidak ada hal yang terlihat aneh. Tekanan rem sama, sudut menikung sama, dan jalur yang saya ambil juga tidak berbeda. Karena itu kami harus menganalisisnya lebih lanjut,” jelas Rins.
Hubungan di Yamaha Tidak Lagi Sehangat Dulu
Selain membahas performa motor, Rins juga menyinggung situasi internal yang menurutnya sudah berubah dibanding beberapa tahun lalu.
Pembalap berusia 30 tahun itu mengakui hubungan dengan kru mekaniknya masih sangat baik. Namun secara keseluruhan, atmosfer di dalam tim Yamaha tidak lagi sama seperti sebelumnya.
“Hubungan saya dengan kelompok kerja masih sangat bagus. Tetapi kalau bicara suasana di dalam tim secara keseluruhan, jujur saja sudah tidak seperti dulu lagi,” katanya.
Rins mengungkapkan perubahan tersebut mulai terasa sejak musim lalu, khususnya setelah seri Misano yang menjadi titik balik dalam dinamika internal tim.
Meski demikian, ia menegaskan akan tetap bersikap profesional hingga akhir masa kerjanya bersama Yamaha.
“Saya hanya berusaha menjadi profesional dan tetap menghormati semua orang. Itulah nilai yang diajarkan keluarga saya sejak kecil. Masih ada banyak balapan tersisa dan saya ingin memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Masa Depan Masih Menjadi Tanda Tanya
Pernyataan Rins semakin memperkuat spekulasi mengenai masa depannya di MotoGP. Dengan performa Yamaha yang belum konsisten dan perubahan suasana di dalam tim, banyak pihak menilai pembalap Spanyol itu tengah memasuki fase penting dalam kariernya.
Sementara Yamaha masih berupaya mengejar ketertinggalan dari Ducati, Aprilia, dan KTM, Rins berharap tim mampu menemukan solusi agar bisa kembali bersaing di barisan depan sebelum musim 2026 berakhir.








