JAKARTA, radarsampit.com – Solidaritas yang ditunjukkan Indonesia kepada Palestina adalah untuk menuntut penghentian perang dan mendukung kemerdekaan Palestina. Wujud dukungan lainnya adalah pemberian bantuan yang dikirim melalui pesawat. Kemarin (7/11) pesawat ketiga yang membawa bantuan untuk Palestina sudah tiba.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan sikap Indonesia tidak akan pernah berubah dalam kaitannya dengan masalah Palestina. Kemarin dia menambahkan, lobi dan diplomasi akan terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
”Terutama kepada negara-negara Islam yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk dapat turut menekan upaya gencatan senjata,” katanya.
Upaya pemerintah Indonesia dalam membantu warga Palestina yang terkena dampak dari konflik juga telah dilakukan dengan mengirimkan bantuan sebanyak 51 ton pada tanggal 4 November lalu. Selain itu, Muhadjir juga menjelaskan bahwa proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) masih terus diupayakan.
”Kita akan terus mengupayakan untuk mereka yang akan keluar dari Gaza bisa dievakuasi. Sebagian sekarang sudah ada di Mesir, tinggal menunggu perjalanan berikutnya ke Indonesia,” ucapMuhadjir.
Dia menghimbau bagi WNI yang memilih untuk menetap demi tugas kemanusiaan diharap untuk berhati-hati dan tidak mengambil risiko. Sementara WNI yang berhasil dievakuasi masih berada di Mesir untuk menunggu proses penerbangan ke Indonesia.
Muhadjir menyebut Kementerian Pertahanan saat ini sedang dalam proses mengirimkan kapal kesehatan militer. Kapal ini memiliki standar internasional dan akan digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban di wilayah Gaza.
Untuk bantuan yang dikirimkan sudah sampai Bandara El Arish, Mesir. Pesawat Airbus A330 dengan nomor penerbangan JT6001 itu tiba pada Senin (6/11) pukul 18.30 WIB. Ini merupakan pesawat ketiga menyusul dua pesawat C-130 Hercules A-1237 dan A-1238 yang telah tiba sebelumnya.
“Dua pesawat Hercules sudah tiba sebelumnya dan kini kita sedang melakukan unloading untuk pengiriman pesawat yang ketiga dengan menggunakan Airbus A330 sehingga totalnya sekitar 51,5 ton bantuan yang berasal dari berbagai masyarakat, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, Polri, Kitabisa, BAZNAS, danPalang Merah Indonesia,” kata Pahala.
Pesawat ketiga tersebut mengangkut sekitar 26,5 ton logistik bantuan yang melengkapi total 51,5 ton bantuan kemanusiaan tahap pertama dari Indonesia. Bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Mesir.
“Mereka memberikan apresiasi juga atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia dalam hal bersama-sama melakukan upaya untuk bisa memberikan bantuan karena mereka melihat langsung bagaimana kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat Palestina yang ada di Gaza,” ucap Pahala.
Sementara itu, perwakilan dari Bulan Sabit Merah Mesir, Mahmoud Gamaal, menyampaikan bahwa pihaknya bekerja 24 jam menerima bantuan yang datang ke Mesir dari seluruh negara di dunia. Bulan Sabit Merah Mesir akan terlebih dahulu memilah bantuan tersebut berdasarkan prioritas sebelum dikirimkan ke Gaza.
”Kami memberikan prioritas-prioritas dan di antara prioritas yang sangat dibutuhkan sekarang adalah bantuan medis yang dibutuhkan oleh pihak lain (Gaza),” ujarnya.
Pimpinan Baznas Rizaludin Kurniawan menyampaikan saat ini Baznas sedang menyiapkan pengiriman gelombang kedua. Dia menegaskan uangnya sudah ada di kantor Baznas. ’’Tetapi masih ada kendala ongkos kargo pesawat yang sekarang sangat mahal sekali,’’ tuturnya.








