PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Petani sayur yang berada di sejumlah desa di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), terancam merugi akibat tanaman mereka terendam luapan Sungai Bengaris dan Sungai Arut.
Tanaman sayur dan bawang prei yang terendam berada di Desa Kumpai Batu Atas (KBA) bagian bawah dan Desa Kumpai Batu Bawah (KBB) serta Desa Tanjung Terantang.
Salah seorang petani di Desa Kumpai Batu Bawah, Sugeng menuturkan air mulai masuk ke area pertanian sejak sepekan terakhir, dan merusak tanaman sayur yang masih kecil.
“Meski baru sebagian area pertanian yang terendam tapi dampaknya sudah dirasakan oleh petani, bayang-bayang gagal panen sudah didepan mata,” ungkapnya, Minggu (7/1/2024).
Selain tanaman bawang prei, ada juga tanaman sawi yang rusak, petani terpaksa memanen dini sayurannya agar tidak mengalami kerugian lebih parah.
Kepala Desa Kumpai Batu Bawah, Bambang silihwarno mengatakan, total area lahan pertanian bawang prei dan sawi di wilayahnya yang terendam air luapan sungai Begaris dan Sungai Arut mencapai 10 hektare. “Itu luasan bila ditotal, dengan nilai kerugian yang diderita petani mencapai puluhan juta rupiah,” bebernya.
Ia mengakui peristiwa banjir di desanya hampir terjadi setiap tahun, dan petani selalu merugi bila musim banjir tiba, untuk itu dia meminta kepada pemerintah daerah agar membuatkan kanal di Sungai Bengaris yang ditembuskan ke Desa Sebuai.
Menurutnya, selama ini Sungai Bengaris belum pernah dinormalisasi. Bila musim air pasang seperti saat ini senantiasa meluap dan merendam pertanian masyarakat.
“Rencananya kita dari tiga desa, baik desa KBB, KBA dan Tanjung Terantang akan menghadap pemerintah daerah untuk minta dibuatkan kanal Sungai Bengaris, dengan begitu maka luapan sungai Bengaris tidak akan berdampak ke kita sini,” ujarnya.
Luapan Sungai Arut saat ini juga mengancam pertanian masyarakat di Tanjung Terantang dan Karang Anyar, bila hujan terus turun maka kerugian petani akan cukup besar. (tyo/yit)








