Beberapa Desa di Mentaya Hilir Selatan Kebanjiran 

banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan kajian terhadap banjir yang melanda tujuh kelurahan/desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan

SAMPIT, radarsampit.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan kajian terhadap banjir yang melanda tujuh kelurahan/desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Kajian cepat itu dilakukan setelah BPBD Kotim menerima laporan banjir Jumat (6/12) sekitar 07.20 WIB.

Air menggenang sebagian Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yaitu di Kelurahan Basirih Hilir, Kelurahan Samuda Kota, Desa Handil Sohor, Desa Samuda Kecil, Desa Samuda Besar, Desa Sebamban, dan Desa Sei Ijum Raya pada Kamis (5/12) sekitar pukul 19.00 WIB.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah melakukan kaji cepat menelusuri ke lokasi banjir. Sementara ini ada 85 rumah, beberapa ruas jalan dan fasilitas publik yang terendam banjir diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam saat meninjau banjir di Kelurahan Samuda Kota, Jumat (6/12).

Banjir di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan sudah terjadi sejak 29 November -2 Desember 2024. Pada Selasa  (3/12), genangan air sempat surut. Namun, Kamis (5/12) pukul 10.00-22.00 WIB terjadi hujan deras yang mengakibatkan sejumlah lokasi kebanjiran.

Mulai dari  kantor Kecamatan MHS, Balai Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur di Jalan Samuda Ujung Pandaran, SDN 2 Basirih Hilir, SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan, Jalan Padat Karya Basirih Hilir Samuda, TK PGRI Samuda Jalan Samuda Ujung Pandaran Km. 32.

Banjir sedalam 20-30 cm menyebabkan aktivitas belajar mengajar di sekolah diliburkan. Namun, SDN 4 Sebamban yang juga mengalami banjir setinggi 20-30 cm tetap aktif belajar.

Selain itu, Kantor Bumdes Bersama Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kantor Pos Sektor Damkarmat Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pustu Desa Sebamban tergenang halaman 10-20 cm, Kantor Desa Sei Ijum Raya tergenang halaman 20-30 cm, Pustu Desa Sei Ijum Raya tergenang halaman 10 -20 cm.

Rumah ibadah juga terendam banjir. Halaman Masjid Nurul Yakin Samuda Kota di Kelurahan Samuda Kota tergenang sedalam 10 cm, sedangkan halaman musala di Kelurahan Samuda Kota tergenang 20 -30 cm.

Jalan Menuju ke SMKN 1 Mentaya Hilir Selatan tergenang 10-20 cm sepanjang 250 meter berupa jalan timbunan tanah selebar 5 meter dan ditemukan drainase dangkal.

“Penyebab banjir tidak hanya disebabkan karena tingginya curah hujan tetapi juga ditemukan beberapa drainase dan anak sungai yang terjadi pendangkalan sehingga menyumbat aliran air tak lancar,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan memiliki empat anak sungai yang bermuara ke Sungai Sapihan Besar, yaitu Sungai Sapihan Kecil – Kelurahan Basirih Hilir selebar sungai 6 meter, terjadi pendangkalan dan di muara sungai banyak rumah penduduk.

Sungai Simpang Bajarau, Kelurahan Basirih Hilir memiliki lebar 4 meter, Sungai Bakung – perbatasan Kelurahan Basirih Hilir dan Kelurahan Samuda Kota selebar 6 meter juga mengalami pendangkalan dan terakhir dinormalisasi 2 tahun lalu.

Sungai Handil Sohor memiliki lebar bervariasi 8 meter– 10 meter dengan kedalaman 2 meter terpantau bersih karena baru dinormalisasi setahun yang lalu.

Sungai Samuda Kecil dengan lebar 8 meter, di bagian hulu sungai sudah pernah dinormalisasi, sementara di bagian muara tidak normalisasi. Pada bagian muara banyak pohon rumbia sepanjang 2,5 km. Namun, mulai hulu sungai sampai pinggir jalan terpelihara, karena menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan kebun kelapa sawit.

Sungai Uwan memiliki lebar 8 meter, Sungai Samuda Besar lebar 8 meter dengan kedalaman 1 meter, Sungai Sebamban lebar 8 meter dengan kedalaman rata-rata 2 meter ditemukan arus air tidak lancar karena banyak tumbuhan air (kumpai) yang bermuara di Sungai Mentaya dan Sungai Ijum Raya lebar 8 meter kedalaman 2 meter, sepanjang bantaran sungai terdapat banyak bangunan yang menghambat aliran air.

“Warga mengalami kerugian karena sebagian harta benda terendam banjir dan aktivitas warga cukup terganggu,” katanya.

Pos terkait