Bikin Resah Warga, Damkar Palangka Raya Evakuasi ODGJ yang Suka Ngamuk

odgj ngamuk
TEGANG: Petugas saat mengevakuasi ODGJ yang sempat melawan (Istimewa)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Suasana mencekam terjadi saat Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya mengevakuasi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Suriansyah alias Kipli, Senin (10/11/2025) malam.

Evakuasi berlangsung dramatis lantaran pria tersebut sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh petugas.

Bacaan Lainnya

Suriansyah, yang dikenal banyak warga di kawasan Jalan Rungan, Jalan Tinggang, hingga Bukit Keminting, selama ini kerap meresahkan masyarakat.

Berdasarkan laporan yang diterima Damkar, Kipli pernah memecahkan kaca rumah warga, membakar sebuah pondok di Jalan Rungan, hingga merusak kaca mobil. Beberapa warga juga mengaku pernah melihatnya menyerang seorang ibu yang sedang berjalan kaki.

Koordinator Tim Rescue Damkar Palangka Raya, Sucipto, membenarkan pihaknya menerima dua laporan sekaligus terkait aktivitas Suriansyah pada hari yang sama. “Saat tim menuju lokasi, situasi cukup mencekam karena warga ketakutan. Mereka khawatir pria tersebut kembali berulah,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Menurut keterangan warga, Suriansyah sudah berulang kali menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei. Namun setiap kali kembali ke lingkungan masyarakat, perilakunya sering tidak terkendali.

“Kalau sedang tenang, komunikasinya masih nyambung. Tapi kalau kambuh, bisa sangat anarkis dan berbahaya,” kata Sucipto.

Dalam proses evakuasi kali ini, petugas Damkar yang dibantu aparat terkait berhasil mengamankan Kipli di Jalan B. Koetin, dekat sebuah warung gorengan tak jauh dari Asrama Mahasiswa.

Petugas bekerja dengan kewaspadaan tinggi karena berdasarkan kejadian sebelumnya, pria tersebut pernah membawa sebilah belati yang diselipkan di pinggul.

Setelah berhasil diamankan, Suriansyah langsung dibawa ke Yayasan Pemulihan ODGJ Borneo di Jalan Sinar Kahayan, masuk Jalan Robeka Tarung, Lingkar Luar Mahir Mahar, untuk mendapatkan penanganan lanjutan. “Ini yang berat,” ujar Sucipto.

Ia menegaskan, kasus seperti ini menjadi dilema di lapangan. “Kami selalu siap membantu evakuasi demi keselamatan warga dan juga ODGJ itu sendiri. Namun perlu dukungan dari banyak pihak agar penanganannya tidak hanya sementara. Semoga yang bersangkutan bisa pulih dan kembali hidup normal,” pungkasnya. (daq/sla)

Pos terkait