Bocornya Gas Elpiji Jadi Biang Keladi Kebakaran Kompleks Inhutani

KEBAKARAN EKS INHUTANI
HANGUS: Sejumlah personel pemadam berusaha memadamkan api yang membakar bangunan kos berkontruksi kayu di kompleks Inhutani Jalan Biak, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Sampit, Selasa (2/1/2024). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com Warga Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Rina (30), harus melalui awal tahun dengan petaka. Kos yang ditempatinya dilahap si jago merah Selasa (2/1/2024) hingga hanya menyisakan puing arang. Musibah itu dipicu kebocoran gas elpiji.

Rina mengaku panik ketika api langsung menyambar dapurnya. Ketika itu dia sedang asyik memasak. ”Tiba-tiba saja muncul api. Suaranya blubuk-blubuk, langsung menyambar kompor. Saya sempat mematikan kompor, tapi api sudah terlalu besar. Saya teriak sambil berlari keluar. Suami yang mendengar saya panik langsung terbangun dan keluar barak,” kata Rina yang terlihat masih syok dengan mata berkaca-kaca.

Bacaan Lainnya

Rina tak menyangka kos-kosan yang dia tempati selama sembilan tahun, hangus tak bersisa. Tak ada satu pun harta benda yang sempat diselamatkan. Dia mengaku khawatir karena memiliki dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

inhutani 1

”Semua barang-barang tidak sempat diselamatkan. Uang, KK, KTP, semua berkas dan barang berharga hangus. Seragam anak saya juga terbakar, padahal dua anak saya masih sekolah,” ucapnya yang saat itu berjalan tanpa mengenakan alas.

Menurut Rina, status bangunan itu hanya menggantikan pihak yang sebelumnya menempati. ”Saya hanya menggantikan. Tanahnya menyewa. Setahun Rp500.000,” katanya.

Kepala Operasi Pemadaman Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kotim Hery Wahyudi mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.07 WIB dan tiba di lokasi pukul 13.11 WIB dengan menurunkan 30 personel serta empat unit mobil pemadam. ”Penanganan api sekitar 1 jam 15 menit. Dugaan sementara dikarenakan kebocoran gas elpiji 5,5 kg. Untuk estimasi kerugian diperkirakan mencapai Rp300 juta,” ujar Hery.

Dari penelusuran lapangan, bangunan berbahan kayu yang terbakar terdiri dari tujuh pintu. Hanya satu pintu yang tak berpenghuni. ”Lebar bangunan yang terbakar diperkirakan 15 meter dan panjangnya 20 meter,” katanya.

Proses pemadaman dibantu tim dari BPBD Kotim, Relawan Damkar Ketapi 3, Relawan Damkar Baamang, Relawan Damkar Teluk Dalam, PMI, dan aparat kepolisian.

Sementara itu, Wakil Bupati Kotim Irawati meninjau langsung ke lokasi kejadian setelah menerima informasi kebakaran. Dia tampak cukup lama berbincang dengan warga untuk mengetahui kondisi korban. ”Hampir semua barang tidak sempat diselamatkan. Walaupun tidak ada korban jiwa, kita turut perihatin atas musibah yang terjadi,” kata Irawati.

Irawati meminta aparat kepolisian segera memasang garis polisi dan tetap mengizinkan korban untuk masuk lokasi kebakaran. ”Siapa tahu ada korban yang masih ingin mencari barang-barang berharganya yang masih bisa diselamatkan,” ujarnya, seraya mengatakan, peristiwa itu juga telah ia laporkan ke Bupati Kotim.

Dia menegaskan, Pemkab Kotim akan segera menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran. ”Saya menunggu data dari RT, nanti akan diberikan bantuan. Anak sekolah diberikan baju. Yang pasti, sembako dulu yang akan kami luncurkan,” ujar Irawati.

Irawati juga meminta ketua RT, lurah, dan Camat MB Ketapang agar memperhatikan korban. Apabila tidak memiliki keluarga terdekat, agar dicarikan tempat beristirahat sementara. ”Saya sudah pesan dengan camat, tolong dikoordinir. Kalau ada korban yang tidak punya rumah, tolong dicarikan tempat sementara tinggal dan penyediaan dapur umum untuk mereka. Insya Allah, mungkin saya akan kembali lagi melihat kondisi korban kebakaran,” katanya. (hgn/ign)

Pos terkait