Buaya Sungai Mentawa Diumpan dengan Daging Ayam, Warga Berharap Tertangkap

bksda pasang jerat buaya
PASANG UMPAN: BKSDA Pos Jaga Sampit bersama anggota Manggala Agni memasang jerat buaya di Sungai Mentawa, Selasa (3/1). (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit bersama anggota Manggala Agni, memasang jerat buaya di Sungai Mentawa, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (3/1) lalu. Predator ganas tersebut diumpan menggunakan daging ayam segar

”BKSDA dibantu Manggala Agni memasang dua unit jaring dan satu set jerat buaya,” kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Rabu (4/1).

Bacaan Lainnya

Pemasangan jerat tersebut, kata Muriansyah, merupakan tindak lanjut laporan warga terkait kemunculan buaya di Sungai Mentawa. Tepatnya di Jalan H Imran, Gang Merpati Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit. ”Buaya ini berjenis buaya muara dengan panjang kira-kita satu meter,” ucapnya.

Pihaknya menduga kuat buaya muara tersebut masih berada di sekitar lokasi. Sebab, buaya tidak akan berpindah jauh dari lokasi kemunculan sebelumnya. ”Kami duga ini merupakan buaya yang masuk dari Sungai Mentaya,” katanya.

Apalagi, menurutnya, di daerah tersebut banyak pakan yang sebenarnya bukan pakan alaminya. Pakan yang dimaksud adalah sampah rumah tangga atau bangkai yang dibuang warga ke sungai. Kebiasaan masyarakat membuang sampah atau bangkai ke sungai dapat memicu kedatangan buaya.

”Kami lihat di Sungai Mentawa ini banyak sampah rumah tangga dan bangkai binatang yang di buang ke sungai,” katanya.

Pemasangan dua unit jaring dan satu set jerat buaya dengan umpan daging ayam tersebut diharapkan dapat membuat buaya terjerat. Jika tertangkap, satwa itu akan dipindahkan ke habitatnya di kawasan Suaka Margasatwa di Kotawaringin Barat (Kobar).

”Sesuai arahan pimpinan, jika buaya terjerat akan langsung dipindahkan ke kawasan suaka margasatwa di Kobar,” ujarnya.

Sementara itu, Suhaini, Ketua RT 03/01 wilayah setempat mengatakan, laporan warga terhadap keberadaan buaya di lokasi tersebut sudah lama disampaikan. Dia juga telah menyampaikan kepada pihak kelurahan setempat.

Dia meyakini buaya yang sering muncul masih berada di lokasi tersebut. Menurutnya, sudah banyak warga yang melihat kemunculan hewan pemangsa itu, termasuk dirinya sendiri.

”Buayanya masih ada. Malam-malam biasanya timbul. Kalau panas naik berjemur, bahkan saya pernah lihat langsung beberapa kali. Ukurannya kurang lebih satu meter,” ungkapnya.

Menurutnya, buaya yang sering terlihat warga sudah ada cukup lama di lokasi tersebut. Saat itu ukurannya masih kecil. Sekarang semakin besar, yang membuat warga setempat semakin khawatir.

”Dulu ukurannya kecil, sekarang sudah besar. Jelas khawatir, karena di sini banyak anak-anak. Kalau air dalam biasanya anak-anak mandi. Sekarang anak-anak tidak berani lagi. Saya imbau jangan lagi mandi di sungai. Soalnya buayanya memang nampak, sudah kelihatan ada,” katanya. (yn/ign)

Pos terkait