SAMPIT, RadarSampit.com – Kemunculan kasus Covid-19 varian baru di Indonesia menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tren angka kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Padahal, kasus Covid-19 sempat melandai selama kurang lebih enam bulan terakhir.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril sebelumnya telah menerima laporan subvarian baru Omicron BA 4 dan BA 5 yang terdeteksi masuk di Indonesia pada 6 Juni 2022 lalu. Dari laporan tersebut, ditemukan empat kasus diantaranya, satu kasus positif Omicron BA 4 dalam kondisi tidak bergejala dan sudah vaksin dosis dua. Dan tiga kasus lainnya, positif BA 5 yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri.
Walaupun sub varian baru Omicron BA 4 dan BA 5 diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah, namun subvarian Omicron yang lebih dulu terdeteksi di Benua Eropa dan Afrika ini telah mengakibatkan tren angka kasus Covid-19 di Indonesia merangkak naik rata-rata 3.000-5.000 kasus per hari. Bahkan, update perkembangan kasus Covid-19 per 27 Juli 2022 yang bersumber dari Satgas Covid-19,kasus baru terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia mencapai 6.438 per hari dengan total kasus aktif sebanyak 46.024 jiwa yang mencakup 34 provinsi di Indonesia. Penambahan kasus positif Covid-19 secara langsung menambah total kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif sejak 2 Maret 20220 hingga 27 Juli 2022 sebanyak 6.185.311, total kasus sembuh sebanyak 5.982.347 dan 1.56.940 kasus meninggal dunia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel melalui Sekretaris BPBD Yephi Hartady Periyanto mengatakan, tren kasus Covid-19 ada kecenderungan mengalami kenaikan. Angka kasus Covid-19 di tingkat nasional kembali meningkat per Juli 2022. Karena itu, BPBD Kotim bekerjasama dengan swasta melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan khususnya di rumah ibadah masjid, gereja dan pura mulai pagi hingga siang, Kamis (28/7) kemarin, dengan melibatkan lima personel BPBD Kotim. Ada tiga lokasi yang dilakukan penyemprotan disinfektan diantaranya Masjid Islamic Center, Gereja Katolik Don Bosco dan Pura Tri Buana Putra Jalan Teratai IV.
“Kegiatan penyemprotan disinfektan bekerjasama dengan swasta menggunakan dana CSR. Kami melihat kondisi Covid-19 di Indonesia ada kecenderungan mengalami kenaikan, walaupun untuk di Kotim, pergerakan angka kasus Covid-19 masih terbilang aman . Kita harus tetap waspada dan masyarakat diimbau jangan abaikan prokes. Kegiatan ini juga kami lakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemkab Kotim melalui BPBD Kotim untuk menyikapi kemunculan Covid-19 varian baru yang dikhawatirkan masuk ke Kotim,” kata Yephi Hartady, Kamis (28/7).
Yephi menambahkan saat ini Indonesia khususnya di Kotim mengalami empat kerawanan bencana yang menjadi perhatian pemerintah yakni kasus Covid-19 yang lebih dulu menjadi perhatian serius pemerintah selama dua tahun terakhir, kemudian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkuku belah sejak Juni lalu, bencana banjir hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saat ini BPBD Kotim sedang menghadapi empat kerawanan bencana, tidak hanya Covid-19, tetapi juga virus PMK yang menyerang hewan ternak, banjir dan karhutla. Seharusnya dibulan-bulan ini kami bersiaga menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla. Di daerah selain Kalteng, kasus karhutla mulai bermunculan. Tetapi, konsentrasi kami masih waspada bencana banjir, karena intesitas hujan masih cukup tinggi,” tandasnya. (hgn/yit)








