DLH Kobar Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Danau Torusan

Verifikasi Lapangan dan Ambil Sampel

DLH Kobar Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Danau Torusan
AMBIL SAMPEL: DLH Kobar, Pemerintah Kelurahan Kotawaringin Hilir dan warga setempat saat verifikasi dan pengambilan sampel air dugaan pencemaran oleh aktivitas perkebunan, baru-baru ini. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap dugaan pencemaran Danau Torusan di Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Bersama pemerintah kelurahan setempat dan beberapa warga sekitar, DLH melakukan verifikasi langsung ke Danau Torusan untuk mengambil sampel air guna uji laboratorium.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, DLH Kobar Nurliani mengatakan, saat tim DLH ke lapangan semuanya terpantau aman, karena tidak ada aktivitas pembuangan dari saluran perkebunan sawit.

Namun demikian sampel air di Danau Torusan sudah diambil untuk keperluan laboratorium. “Untuk sampel air sudah kami ambil dan sekarang masih dalam tahap pengujian di laboratorium,” katanya, Minggu (13/3).

Ditegaskannya bahwa berdasarkan laporan masyarakat setempat telah terjadi pencemaran akibat aktivitas perkebunan yang berdampak pada matinya ikan-ikan budidaya masyarakat di danau tersebut.

Disebutkannya bila hasil laboratorium nanti menunjukkan terjadi pencemaran oleh aktivitas perkebunan tersebut, maka pihaknya akan melakukan mediasi dengan kedua belah pihak.”Langkah selanjutnya kita tunggu hasil uji laboratorium dan bila benar ada pencemaran kita akan fasilitasi untuk proses mediasi,” tegasnya.

Baca Juga :  PWI Kotawaringin Barat Berbagi Takjil

Ia berharap dugaan pencemaran tersebut tidak berujung pada ranah hukum, karena pembuktiannya membutuhkan proses panjang dan alat bukti kuat terkait dugaan pencemaran tersebut.

Disebutkannya ada ancaman pidana terkait pelaku kerusakan lingkungan yang diatur dalam Pasal 60 Undang – undang Nomor 32 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sementara itu, warga Kotawaringin Hilir, Rusli Efendi menegaskan bahwa ia dan masyarakat tidak akan mundur bila ada yang berupaya mencemari lingkungan tempat mereka mengais rezeki.

Pos terkait