PALANGKA RAYA – Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah selama dua hari berturut-turut digegerkan dengan penemuan dua jenazah lanjut usia (lansia) berjenis kelamin laki-laki.
Hari pertama, pria berinisial P (50) warga Jalan Jeruk yang ditemukan di Jalan Jalan Mahir Mahar Trans Kalimantan Kilometer 19, Kelurahan Kalampangan, Kamis (27/1).
Hari kedua, pria berinisial K (71) warga Jalan Pangeran Samudra ditemukan tak bernyawa di Jalan Mahir Mahar VI Kelurahan Bukit Tunggal, Jumat (28/1).
Dari kedua jenazah itu, masih belum ditemukan tanda-tanda unsur pidana. P ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi terlentang di semak-semak. Sedangkan, K ditemukan juga di semak-semak tak jauh dari sebuah pondok. Saat kejadian itu K sedang bekerja pembersihan lahan.
Kedua kasus itu sudah ditangani aparat kepolisian. Dugaan sementara kematian keduanya lantaran sakit. Sampai saat ini belum ada hal-hal mencurigakan ditemukan dari tubuh keduanya.
Kedua jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit dr Doris Sylvanus, Palangka Raya guna memastikan kematian. Setelah itu, keduanya sudah dibawa ke rumah duka masing-masing.
Kapolsek Sebangau Iptu Dhini Lestari mengatakan, P saat ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sekitar semak-semak di Jalan Mahir Mahar.
“P berusia sekitar 50 Tahun ditemukan oleh warga dalam keadaan telah meninggal dunia dengan posisi terlentang,” terangnya.
Dhini menambahkan, belum diketahui penyebab pasti kematian dua lanjut usia (lansia) ini, namun diduga lantaran sakit. Meski begitu, tetap hal itu ditangani kepolisian dan beberapa saksi dimintai keterangan.
”Tidak ditemukan tanda-tanda pidana. Istri dan keluarga almarhum menerima dengan ikhlas peristiwa duka ini,” ujar Perwira Pertama Polri ini.
Sementara, Kapolsek Jekan Raya Ipda Ali Machfud terkait temuan jenazah pria berinisial P, dipastikan sudah ditangani dan olah tempat kejadian perkara. Belum ada tanda-tanda mencurigakan dari tubuh almarhum. Diduga kematian lantaran karena sakit.
”Temuan jenazah di semak-semak tak jauh dari sebuah pondok. Diduga saat itu almarhum berada di lokasi melakukan bersih-bersih lahan.. Beberapa saksi juga kita sudah mintai keterangan. Almarhum diduga membersihkan lahan di lokasi,” ujarnya, Jumat (28/1).
Ali mengatakan, bahwa temuan itu setelah salah seorang warga, melihat sepeda motor jenis Supra tetapi tidak terlihat ada orang. Saat itu langsung mencari pemilik motor dan melihat almarhum telah tergeletak. Saat itu dengan keadaan tengkurap, celana bagian pantat terbuka kemungkinan hendak buang air besar.
Melihat kejadian tersebut, warga itu mencari pertolongan dengan memanggil ketua RW setempat. Menyaksikan dan membantu memastikan temuan tersebut, hingga memanggil pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Ali menambahkan, dari lokasi mengamankan barang bukti berupa satu unit ranmor KH 3270 AL, satu buah celurit, satu buah parang, satu buah tas, satu pasang pakaian. Namun tidak ada unsur-unsur mencurigakan di tubuh almarhum.
“Menurut keterangan anak almarhum, bahwa ayahnya mempunyai riwayat sakit lambung telah lama dan juga parah terakhir dikeluhkan dua minggu lalu. Kami atas nama pribadi dan kedinasan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkas Ali. (daq/fm)








