Haid, kehamilan, melahirkan, dan menyusui merupakan kodrat alamiah perempuan. Tak jarang mereka juga memiliki tanggung jawab pekerjaan dan juga moral terhadap keluarga. Ketika berstatus pekerja perempuan yang ikut membantu penghidupan keluarga, mereka dinilai rentan mengalami masalah kesehatan. Sebab itulah diperlukan perlindungan kesehatan yang berbeda dengan para pekerja pria.
FAUZIANNUR, Sukamara
PT Harapan Hibrida Kalbar – Sungai Bila Estate (HHK-SBE) tercatat memiliki lebih kurang 500 pekerja perempuan. Mereka bekerja di berbagai bagian kebun, mulai dari lapangan hingga perkantoran.
Para pekerja perempuan di perusahaan itu mendapat perlakuan khusus terutama dalam perlindungan kesehatan. Poliklinik kebun (Polibun) berperan penting mengawal dan melindungi mereka.
Usia kehamilan Sri Wahyuningsih telah masuk delapan bulan. Salah seorang mandor perawatan replanting kebun sawit itu tak lama lagi akan memasuki masa cuti hamil. Menunggu masuknya masa cuti itu, dia harus tetap bekerja seperti biasa. Sambil bekerja, sembari menjaga kandungan dan janin tetap sehat agar lahir dengan selamat.
Untuk mencapai itu perlu dukungan penuh keluarga, lingkungan, dan perusahaan tempatnya mencari nafkah. Untungnya, di perusahaan tersedia Polibun. Kesehatan ibu muda dan janinnya terpantau secara rutin dengan pelayanan Polibun.
Selain pelayanan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin oleh bidan Polibun, wanita berusia 28 tahun ini juga bisa berkonsultasi kesehatan secara langsung dan kapan pun melalui grup WhatsApp Posyandu dan Ibu Hamil yang dikelola Polibun.
”Saya sangat terbantu dengan grup WA khusus bagi ibu-ibu hamil. Kami bisa menyampaikan keluhan secara langsung tanpa harus datang ke poliklinik. Bidan juga langsung merespons keluhan kami, sehingga merasa lebih nyaman dan tidak merasa khawatir tentang kondisi kehamilan saat bekerja,” cerita Sri Wahyuningsih.
Pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil rutin dilaksanakan setiap bulan di posyandu. Polibun juga menggelar senam ibu hamil. Semua informasi jadwal kegiatan juga disampaikan melalui grup WA, sehingga karyawan mendapatkan informasi yang jelas tentang jadwal pemeriksaan kesehatan maupun tips untuk menjaga kesehatan kehamilan mereka.
Hal serupa juga dirasakan Eva Rosdiana. Wanita berusia 29 tahun ini bekerja di bagian penyemprotan chemist yang berhubungan langsung dengan racun dan bahan kimia. Namun, setelah pemeriksaan dan diketahui sedang hamil, Polibun bergerak cepat dan merekomendasikannya agar manajemen perusahaan memindahkannya dari tempat kerja utamanya itu untuk sementara waktu.
”Sekitar tahun 2019 lalu, saya sempat dipindahkan dari bagian penyemprotan chemist (racun) ke bagian perawatan lahan karena sedang hamil. Setelah melahirkan dan masuk kerja, dikembalikan lagi ke bagian semula,” ujar Eva Rosdiana.
Untuk memantau kesehatannya, Eva juga masuk grup WA Reproduksi Wanita yang dikhususkan bagi para karyawan perempuan. Melalui grup itu semua karyawan perempuan bisa menyampaikan keluhan seputar kesehatan kewanitaan mereka.
Grup WA tersebut menjadi wadah untuk diskusi dan dianggap sangat membantu para karyawan perempuan, karena tidak harus datang ke Polibun. Terkecuali jika ada pemeriksaan lanjutan dan mengambil obat di poliklinik.
”Keluhan-keluhan kesehatan yang disampaikan langsung ditanggapi petugas kesehatan Polibun. Saat bekerja ataupun istirahat, kami bisa menyampaikan keluhan dan konsultasi tentang kesehatan dan tidak perlu datang ke Polibun,” tegas Eva Rosdiana yang berasal dari Jawa timur ini.
Kepala Polibun PT HHK-SBE dr Andri Ankata Cardi mengatakan, berbagai program dibuat bagi para pekerja perempuan di perusahaan. Pemantauan kesehatan dini dilakukan secara online dengan memberikan konseling.








