Radarsampit.com – Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan sejumlah program yang berfokus pada penguatan pesantren di Indonesia. Salah satunya adalah rekonstruksi 25 pondok pesantren yang sebelumnya berada di bawah naungan Jamaah Islamiyah (JI).
Sebagaimana diketahui, Jamaah Islamiyah pernah dikenal sebagai kelompok yang memiliki cita-cita mendirikan negara Islam di Indonesia. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui dakwah, tetapi juga lewat aksi-aksi radikal dan terorisme. Sejumlah anggotanya bahkan telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan karena terlibat dalam kasus terorisme.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, total ada 5.077 orang yang terlibat dalam proses rekonstruksi pesantren eks Jamaah Islamiyah yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air. Langkah ini, katanya, merupakan bagian dari program deradikalisasi melalui jalur pendidikan.
Selain itu, Menag juga menyinggung rencana pembangunan ulang musala di Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang sempat ambruk. Proyek tersebut akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Nasaruddin menegaskan bahwa penggunaan dana APBN untuk pembangunan atau renovasi pesantren bukan hal yang perlu dipermasalahkan. “Santri itu kan juga manusia,” ujarnya. Ia menambahkan, keberadaan pesantren sudah menjadi bagian penting dari sejarah panjang bangsa Indonesia, bahkan telah berdiri sejak tiga abad lalu, jauh sebelum kemerdekaan.
Keberadaan Pesantren yang sudah cukup lama tersebut, bahkan sudah menciptakan keadaban bangsa Indonesia. Pesantren mengajarkan bagaimana santri menjadi orang yang beradab. Ilmu tersebut akan dibawa pulang, dalam bentuk adab anak kepada orang tua.
Bahkan lebih luas lagi, adab yang diajarkan di pesantren itu menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Yaitu bangsa yang beradab. Baginya ketika pemimpin bangsa yang berwibawa, terbentuk dari masyarakatnya yang beradab.
Nasaruddin mengatakan musala atau masjid di pesantren jadi tempat yang vital. Bukan hanya jadi tempat salat berjamaah. Tetapi juga jadi tempat pengajaran.







