SAMPIT – Festival Lomba Balap Ces yang digelar Radar Sampit bekerja sama dengan Pemkab Kotim terus dimatangkan. Jajaran manajemen Radar Sampit bersama Wakil Bupati Kotim dan sejumlah pihak lainnya meninjau langsung lokasi arena balap perahu ces di Desa Terantang Hilir, Rabu (19/5).
Rombongan berangkat menuju lokasi dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari Kota Sampit melalui jalur air dari Dermaga Taksi Susur Sungai PPM menggunakan perahu karet milik Basarnas. Setiba di lokasi, rombongan disambut panitia pelaksana lokal, Kades Terantang Hilir, dan Camat Seranau di titik lokasi panggung utama yang letaknya tepat di depan rumah Kades Terantang Hilir.
Pertemuan tersebut membahas teknis penanganan dan pengendalian massa penonton yang hadir nantinya. Ada yang mengusulkan agar penonton ikut menyaksikan secara virtual untuk mengurangi jumlah massa yang diperkirakan akan ramai.
Direktur Radar Sampit Siti Fauziah mengatakan, panitia masih mempertimbangkan dan melakukan evaluasi kembali jadwal pelaksanaan lomba balap perahu ces. Event itu sedianya akan dilaksanakan pada 29 dan 30 Mei.
”Untuk masyarakat yang menanyakan apakah event ini akan dilaksanakan atau tidak, masih kami evaluasi kembali dan akan dirapatkan bersama Pemkab Kotim dan semua pihak termasuk aparat. Doakan saja situasi pandemi Covid-19 di Kotim melandai, sehingga segala macam kegiatan, termasuk Festival Lomba Balap Perahu Ces bisa tetap dilaksanakan,” kata Siti.
Siti berharap aktivitas kehidupan masyarakat kembali normal tanpa perlu merasa khawatir dengan virus korona yang terus menghantui selama setahun belakangan.
”Kegiatan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Kami pun optimistis Covid-19 dapat segera berakhir, namun ternyata situasi Covid-19 masih begitu-begitu saja. Kita semua berharap agar semua aktivitas kembali normal dan tidak dihantui Covid-19 lagi,” katanya.
Wakil Bupati Kotim Irawati berharap kegiatan tersebut tetap terlaksana. ”Hari ini kami cek lokasi untuk persiapan lomba balap ces. Mudah-mudahan tidak ada aral, tidak ada halangan, sehingga kita bisa mengadakan lomba balap perahu ces tanggal 29-30 Mei ini. Namun, rencananya kegiatan ini akan kami evaluasi lagi dalam waktu dekat,” kata Irawati.
Dukungan datang dari anggota DPRD Kotim Abdul Qadir. Menurutnya, kegiatan itu akan memberikan efek positif terhadap roda perekonomian warga setempat.
”Kami sebagai wakil rakyat dan warga asli sini mendukung kegiatan lomba balap perahu ces. Karena, secara tidak langsung melalui kegiatan ini akan membangkitkan roda perekonomian warga dan memberikan efek domino yang berdampak positif untuk warga itu sendiri,” kata Abdul Qadir.
Kekhawatiran masyarakat terkait potensi kerumunan massa apabila event dilaksanakan, diharapkan dapat dikendalikan dengan melibatkan banyak pihak. ”Kalau saya pikir, event ini tidak ada salahnya dilaksanakan sesuai jadwal. Asalkan semua pihak dilibatkan, baik Pemkab Kotim hingga perangkat desa, aparat kepolisian dan semua pihak bersama-sama mengendalikan kerumunan massa dan menerapkan prokes ketat,” ujarnya.
Di samping itu, pelaksanaan kegiatan yang bukan di pusat kota dan berada di area terbuka di sungai, dinilai dapat meminimalisasi potensi kerumunan massa.
”Dari data di Kecamatan Seranau, Desa Terantang dan Terantang Hilir berada dalam zona hijau. Lokasinya juga di desa, bukan pusat keramaian. Apabila semua pihak bertanggung jawab menjalankan perannya masing-masing, saya kira kekhawatiran potensi kerumunan massa bisa dikendalikan,” tandasnya. (hgn/ign)








