SAMPIT, radarsampit.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan menggelar Festival Budaya Habaring Hurung pada bulan ini, tepatnya tanggal 7-11 Maret 2023. Festival Budaya Habaring Hurung terakhir dilaksanakan tahun 2019, kemudian vakum pada tahun 2020 sampai 2022 karena pandemi Covid-19.
“Tahun ini rencana Disbudpar Kotim akan menggelar Festival Budaya Habaring Hurung lebih meriah lagi dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala Disbudpar Kotim Ellena Rosie, Selasa (28/2).
Disbudpar Kotim akan mengadakan technical meeting yang diikuti seluruh koordinator lomba di Museum Kayu, Selasa 7 Maret 2023 pukul 14.00 WIB. Pembukaan Festival Budaya Habaring Hurung dilaksanakan di Taman Kota Sampit pada 7 Maret 2023 pukul 19.00 WIB.
”Namun, tanggal dan waktu bisa saja mengalami perubahan, karena kami perlu menyesuaikan dengan agenda Pak Bupati Kotim,” kata Ellena Rosie.
Ketua Panitia Pelaksana Festival Budaya Habaring Hurung Masnah menambahkan, festival akan digelar selama lima hari dengan total 16 perlombaan. Diantaranya lomba tari pesisir, tari pedalaman, putra putri pariwisata Kotim, karungut, balogo, manyumpit, bagasing, lawang sekepeng, sepak sawut, manetek kayu, mangaruhi, malamang, magenda, dayung, besei kambe dan lomba masakan khas daerah.
“Apabila tanggal tidak mengalami perubahan, Festival Habaring Hurung akan digelar selama lima hari mulai 7-11 Maret 2023,” kata Masnah yang baru saja dilantik sebagai Kepala Bidang Sejarah Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Kotim.
Masnah mengatakan, Disbudpar Kotim telah membuka pendaftaran mulai 9 Februari-7 Maret 2023. Peserta bisa langsung datang ke Kantor Disbudpar Kotim Jalan Jenderal Sudirman atau mendaftar melalui direct massage akun Instagram Disbudpar Kotim.
Sampai dengan 28 Februari 2023, sudah ada tujuh sanggar yang mendaftar untuk mengikuti lomba tari pesisir dan pendalaman. Satu tim diikuti lima sampai tujuh orang penari. Kemudian, delapan tim dayung yang masing-masing terdiri dari tujuh orang, enam tim Besei Kambe yang masing-masing tim terdiri dari dua orang, lima tim sepak sawut yang masing-masing tim terdiri dari lima orang.
Selain itu, adapula lomba karungut yang diikuti 5 peserta, balago 10 peserta, lomba manyumpit 7 peserta, lomba bagasing 15 peserta, lomba mangaruhi 5 peserta, lomba malamang 2 peserta, lomba mangenta 3 peserta, lomba manetek kayu 5 peserta lomba lawang sekepeng 20 peserta dan lomba putra putri pariwisata Kotim 24 pasang peserta.
“Setiap perlombaan akan dinilai oleh juri dari Disbudpar Kotim. Khusus, untuk lomba membuat masakan khas daerah diikuti oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di 17 kecamatan se-Kotim,” kata Masnah.
Masnah menambahkan, persiapan sudah 80 persen. Pesertanya diperkirakan lebih banyak dari tahun sebelumnya. Peserta yang mendaftar juga ada yang dari luar Kota Sampit. (hgn/yit)








